katalog kartu

December 28th, 2011

KATALOG PERPUSTAKAAN

(Masih Perlukah?)

1. Pengantar

Perpustakaan memiliki 7 (tujuh) fungsi antara laian: fungsi edukasi, fungsi informasi, fungsi riset, fungsi rekreasi, fungsi publikasi, fungsi deposit, dan fungsi interpretasi. Fungsi edukasi, perpustakaan merupakan sumber belajar para pemustaka, oleh karena itu koleksi yang disediakan adalah koleksi yang mendukung pencapaian tujuan pembelajaran, pengorganisasian bahan pembelajaran dalam rangka untuk mewujudkan fungsi perpustakaan sebagai tempat belajar sepanjang hayat. Fungsi informasi, perpustakaan merupakan sumber informasi yang mudah diakses oleh pencari dan pengguna informasi. Mudah diakses meliputi tempat (gedung/ruang) perpustakaan yang strategis, rak buku yang tidak terlalu tinggi, dan dengan layanan terbuka (open access). Fungsi rekreasi, perpustakaan harus menyediakan koleksi rekreatif yang bermakna untuk membangun dan mengembangkan kreativitas , minat dan daya inovasi pemustaka. Fungsi publikasi, perpustakaan selayaknya juga membantu melakukan publikasi karya yang dihasilkan oleh warga masyarakat yang telah diterbitkan oleh badan penerbit. Fungsi deposit, perpustakaan menjadi pusat deposit untuk seluruh karya yang dihasilkan oleh warga masyarakat sebagai bukti atas kekayaan intelektual. Fungsi interpretasi, perpustakaan sudah seharusnya melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimiliki untuk membantu pemustaka dalam melakukan dharmanya.

Sistem temu kembali informasi (STKI) di perpustakaan merupakan unsur yang sangat penting. Tanpa STKI, pemustaka akan mengalami kesulitan mengakses sumber daya informasi yang tersedia di perpustakaan. Sebaliknya perpustakaan akan mengalami kesulitan untuk mengkomunikasikan sumber daya informasi yang tersedia kepada pemustaka, apabila STKI tidak tersedia. Salah satunya alat STKI adalah katalog perpustakaan. Melalui katalog perpustakaan pemustaka dapat melakukan akses secara mudah dan perpustakaan dapat menkomunikasikan koleksi yang dimilikinya dengan mudah pula.

Katalog perpustakaan dari waktu ke waktu selalu mengalami inovasi dan perubahan. Inovasi ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan bagi para pemustaka dalam menemukan informasi yang diperlukan secara cepat dan akurat. Tulisan ini akan mencoba menguraikan pengertian dan fungsi dari katalog perpustakaan. Diuraikan juga perbandingan keunggulan dan kelemahan diantara katalog perpustakaan yang manual dengan katalog terpasang (online catalog). Pertanyaannya adalah, masih perlukah katalog perpustakaan di era maya sekarang ini?

2. Pengertian Katalog Perpustakaan

Perpustakaan memerlukan katalog adalah untuk menunjukkan ketersediaan koleksi yang dimilikinya. Untuk itu perpustakaan memerlukan suatu daftar yang berisikan informasi bibliografis dari koleksi yang dimilkinya. Daftar tersebut biasanya disebut katalog perpustakaan. Hunter (dalam Hasugian, 2009) menyatakan bahwa katalog adalah suatu daaftar dari, dan indeks ke, suatu koleksi buku dana bahan lainnya. Katalog memungkinkan pengguna untuk menemukan suatu bahan pustaka yang tersedia dalam koleksi perpustakaan tertentu. Katalog juga memungkinkan pengguna untuk mengetahui di mana suatu bahan pustaka dapat ditemukan. Dengan demikian, katalog perpustakaan adalah suatu sarana untuk menemukembalikan bahan pustaka dari koleksi suatu perpustakaan.

Menurut Gates (dalam Hasugian, 2009) katalog perpustakaan adalah suatu daftar yang sistematis dari buku dan bahan-bahan lain dalam suatu perpustakaan ,dengan informasi deskriptif mengenai pengarang, judul, penerbit, tahun terbit, bentuk fisik, subjek, ciri khas bahan dan tempatnya.

Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa katalog perpustakaan adalah suatu daftar yang mencantumkan nama pengarang, judul, impresum, kolasi, subjek, dan cirri khas bahan yang disusun berdasarkan sistem tertentu yang menunjukkan informasi tentang apa yang dimiliki oleh perpustakaan atau sebagai bukti kekayaan yang dimilki perpustakaan, untuk disajikan kepada pemustaka sebagai alat menemukan informasi yang dicarinya secara cepat dan akurat.

3. Tujuan dan Fungsi Katalog Perpustakaan

Menurut Sulistyo-Basuki (1991) tujuan dari catalog adalah :

a. Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan

b. Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui berdasarkan pengarang, judul atau subjeknya.

c. Membantu dalam pemilihan buku.

Tujuan katalog perpustakaan adalah untuk menunjukkan dokumen (tercetak ataupun terekam) yang dimiliki oleh perpustakaan, sehingga dapat diketahui seberapa banyak dan lengkapkah kekayaan yang dipunyai oleh perpustakaan. Katalog perpustakaan berfungsi sebagai suatu sistem komunikasi yang dapat menunjukkan kekayaan koleksi yang dimiliki perpustakaan. Artinya, suatu perpustakaan melalui katalognya mengkomunikasikan kepada pemustaka, koleksi apa saja yang dimilikinya, seberapa banyak koleksi tersebut dan sebagainya. Katalog perpustakaan di satu sisi dapat berfungsi sebagai sistem komunikasi, dan di sisi lain berfungsi sebagai daftar inventaris dari seluruh bahan pustaka yang dipunyainya.

Memungkinkan seseorang untuk menemukan informasi berdasarkan pengarang, judul atau subjeknya. Pengertian ini menekankan fungsi catalog perpustakaan sebagai sarana atau alat Bantu dalam temu balik informasi (information retrieval) di suatu perpustakaan. Sehingga pemustaka dapat melakukan akses melalui tigas ancangan tersebut, jika seseorang hanya mengetahui pengarang saja tetpai tidak tahu judulnya maka pemustaka dapat mengakses lewat pengarang dan atau sebaliknya. Seseorang tidak tahu tentang nama pengarang dan judul dokumen, maka dia dapat mengakses lewat subjeknya (pokok bahasan/topiknya).

Katalog perpustakaan juga dapat membantu dalam pemilihan buku bagi pustakawan pada saat melakukan pengadaan bahan pustaka, untuk menghindari duplikasi. Pemilihan juga dapat berdasarkan edisinya atau berdasarkan karakternya atau topiknya.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa fungsi catalog perpustakaan adalah sebagai sarana temu kembali informasi, sistem komunikasi, dan sebagai daftar inventaris koleksi di suatu perpustakaan. Katalog perpustakaan berfungsi sebagai inventaris dokumen sebuah perpustakaan sekaligus berfungsi sebagai sarana temu balik (Sulistyo-Basuki, 1991).

4. Bentuk Katalog Perpustakaan

Bentuk katalog yang digunakan di perpustakaan mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan katalog perpustakaan nampak dari perubahan bentuk fisiknya. Sebelum katalog terpasang (online) muncul, telah dikenal berbagai bentuk katalog perpustakaan, dan bentuk yang paling umum digunakan ialah katalog kartu Horgan (dalam Hasugian, 2009). Katalog perpustakaan yang ada pada saat ini terdiri dari berbagai bentuk fisik antara lain, katalog berbentuk buku (book catalog), katalog berbentuk kartu (card catalog), katalog berbentuk mikro (microform catalog), katalog komputer terpasang (online komputer catalog) Taylor (dalam Hasugian, 2009).

Katalog berbentuk buku telah lama digunakan di perpustakaan. Katalog ini sering disebut catalog tercetak (printed catalog). Keuntungannya dapat dicetak sesuai dengan kebutuhan utamanya di era komputer ini sangat memungkinkan untuk dicetak seberapa yang dibutuhkan, bentuknya rapih, hemat tempat penyimpanan, mudah dibawa kemana-kemana, mudah disebarluaskan kepada perpustakaan lain. Keuntungan lain entri pada katalog berbentuk buku dapat ditemukan dengan cepat, mudah menyimpannya. Kelemahannya ialah setiap kali perpustakaan memperoleh buku baru maka katalog buku sudah ketinggalan zaman karena setiap kali perpustakaan menambah buku baru, berarti katalog sebelumnya harus diperbaharui kembali. Dengan demikian katalog berbentuk buku kurang fleksibel. Cara ini dapat diatasi dengan menerbitkan katalog tambahan (suplemen), namun cara ini tetap tidak efektif. Biaya pembuatan katalog berbentuk buku cenderung mahal, karena bentuk dan jumlah cantumannya sering berubah. Karena biayanya mahal, cepat usang, merepotkan bagi pustakawan, maka katalog berbentuk buku ini tidak dipakai lagi oleh perpustakaan dan kemudian secara bertahap beralih ke bentuk katalog yang lain, terutama katalog kartu.

Katalog kartu adalah bentuk katalog perpustakaan yang semua deskripsi bibliografisnya dicatat pada kartu berukuran 7.5 x 12.5 cm. Katalog kartu disusun secara sistematis pada laci katalog. Kartu katalog masih banyak digunakan pada berbagai jenis perpustakaan di Indonesia hingga saat ini. Keuntungan katalog berbentuk kartu ialah bersifat praktis, sehingga setiap kali penambahan buku baru di perpustakaan tidak akan menimbulkan masalah, karena entri baru dapat disisipkan pada jajaran kartu yang ada. Penggunaan katalog kartu tidak dipengaruhi factor luar, misalnya terputusnya aliran listrik, dan kemungkinan rusak sangat kecil terkecuali jika perpustakaan terbakar atau tertimpa bencana lainnya. Kelemahannya adalah satu laci katalog hanya menyimpan satu jenis entri saja, sehingga pemustaka sering harus antri menggunakannya, terutama bila melakukan penelusuran melalui entri yang sama. Sulit menggunakannya jika berada pada jumlah yang besar, karena harus memilah-milah jajaran kartu sesuai urutan indeksnya. Kelemahan lainnya ialah sulit dilakukan penggandaan terutama bagi perpustakaan yang mengetik katalog kartu dengan manual.

Bentuk fisik katalog perpustakaan lainnya adalah katalog berbentuk mikro. Katalog mikro semakin terkenal sejalan dengan pengembangan komputer-output microform (COM). COM dibuat pada salah satu bentuk microfilm atau microfishe. Katalog dalam bentuk mikro ini relative lebih murah jika dibandingkan dengan katalog dalam bentuk buku, dan terbukti bahwa biaya pemeliharaannya lebih murah daripada katalog kartu. Bentuknya ringkas dan mudah menyimpannya. Namun disisi lain, banyak pelanggan menemukan versi microfiche yang tidak menyenangkan digunakan (Taylor, 1992 dalam Hasugian, 2009).

Katalog komputer terpasang (online komputer catalog) sering disebut online public access catalogue (OPAC), adalah bentuk katalog terbaru yang telah digunakan padaa sejumlah perpustakaan tertentu. OPAC cepat menjadi pilihan katalog yang digunakan di berbagai jenis perpustakaan. Dari berbagai bentuk fisik katalog yang telah digunakan di perpustakaan, ternyata OPAC dianggap paling luwes dan paling mutakhir.

Dengan OPAC akan memberikan kemudahan bagi pemustaka untuk menemukan informasi yang diinginkan. Kemudahan ini antara lain dalam waktu yang relative singkat seseorang akan memperoleh informasi dalam jumlah besar, dapat mengakses dengan pendekatan melalui berbagai titik akses antara lain melalui judul, pengarang, subjek, nomor klasifikasi, dan atau dengan semua kata kunci tertentu.

5. Online Public Access Catalogue

Istilah baku untuk online public access catalogue (OPAC) dalam bahasa Indonesia, hingga saat ini belum terumuskan dengan pasti. Ada perpustakaan yang menyebutnya dengan istilah katalog online atau katalog terpasang, dan ada juga yang tetap menyebutnya dengan OPAC. Namun sering orang lebih senang menggunakan dengan sebutan OPAC terutama di kalangan para pustakawan.

Corbin (1985) menyebutnya dengan online public access catalogue, yaitu suatu katalog yang berisikan cantuman bibliografi dari koleksi satu atau beberapa perpustakaan, disimpan pada magnetic disc atau media rekam lainnya, dan dibuat tersedia secara online kepada pengguna. Katalog itu dapat ditelusur secara online melalui titik akses yang ditentukan. Pendapat ini menekankan pengertian OPAC dari segi penyimpanan . dan penelusuran secara online. Data katalog perpustakaan tersimpan pada server komputer dalam kapasitas/kemampuan daya tampung yang sangat besar dan daya akses yang tinggi, sehingga kecepatan temu baik informasi dapat dilakukan dengan cepat. Penelusuran secara online artinya pemustaka dapat menelusur melalui komputer tidak hanya terbatas di ruang perpustakaan saja. Pemustaka dapat menelusur informasi dimana saja mereka berada, terutama bagi perpustakaan yang telah membangun jaringan internet, maka para pemustaka dapat mencari informasi kapan saja dan di mana saja yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat.

Pendapat lain menyatakan bahwa OPAC adalah sistem katalog terpasang yang dapat diakses secara umum, dan dapat dipakai pemustaka untuk menelusur pangkalan data katalog, untuk memastikan apakah perpustakaan menyimpan karya tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang lokasinya, dan jika sistem katalog dihubungkan dengan sistem sirkulasi, maka pemustaka dapat mengetahui status keberadaan bahan pustaka, apakah bahan pustaka yang dicari berstatus ditempat atau dalam status dipinjam. OPAC juga dapat memberikan informasi tentang jumlah ketersediaan jumlah eksemplar pada setiap judul bahan pustaka. Melalui OPAC pemustaka juga dapat mengetahui kapan buku yang dipinjam harus kembali, jumlah denda, dan sejarah peminjaman juga dapat diketahui lewat OPAC. Pemesanan buku juga dapat dilakukan lewat OPAC, terutama buku-buku yang tingkat sirkulasinya sangat tinggi. Dapat diketahui pula siapa pinjam apa dan kapan buku itu dikembalikan. Pemustaka juga dapat mengetahui jenis-jenis pustaka, apakah koleksi itu berjenis referens atau sirkulasi. OPAC juga dapat digunakan sebagai alat untuk pengaman, terutama OPAC yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Akademik, maka OPAC dapat dipakai untuk mencegah pemustaka berbuat negative. Pemustaka yang masih mempunyai tanggungan dengan perpustakaan (buku belum dikembalikan atau denda yang belum dibayar), maka mereka tidak dapat meminjam, tidak dapat melakukan bimbingan akademik, tidak dapat memperoleh bebas pustaka, pengisian kartu studi, dan sebagainya. Perpustakaan yang telah membangun jaringan dengan perpustakaan lain, maka dengan OPAC pemustaka dapat mengetahui keberadaan dimana sebuah pustaka itu berada.

Berdasarkan uraian di atas dapat dinyatakan bahwa OPAC adalah suatu sistem temu balik informasi berbasis komputer, dimana pemustaka dapat memperoleh informasi judul buku beserta jumlah eksemplarnya, status keberadaan koleksi apakah dalam pinjaman atau berada di tempat, kapan pustaka akan kembali dan siapa peminjamnya, sejarah peminjaman seseorang, lokasi penyimpanan pustaka juga dapat diketahui lewat OPAC, pesan peminjaman dan sekaligus berfungsi sebagai alat pengaman, dan pemustaka dapat melakukan akses dari mana saja dan kapan saja mereka membutuhkan.

6. OPAC dan Format MARC

Harrod (1990) menyatakan bahwa OPAC adalah sistem katalog terautomasi. Katalog itu disimpan dalam bentuk yang terbaca mesin (machine readabel), dapat diakses secara online oleh pengguna perpustakaan melalui terminal, dan menggunakan perangkat lunak yang mudah dioperasikan. Pendapat ini mengindikasikan bahwa OPAC dibuat dengan menggunakan format MARC (Machine Readable Catalogue), yitu berupa format katalog dimana data bibliografi disimpan atau dimasukkan ke dalam tengara (tag) yang telah ditentukan (Sulistyo-Basuki, 1991). Penyimpanan itu berdampak terhadap proses temu balik dan pertukaran data bibliografis.

Dampak utama automasi terhadap katalog perpustakaan ialah memberi fasilitas penelusuran yang sangat cepat, dan akses yang efektif kepada koleksi perpustakaan, terutama bila pengarang, judul atau subjek dari bahan itu diketahui oleh penelusur (Larson, 1996). Salah satu keuntungan dari automasi perpustakaan untuk kegiatan pengatalogan adalah bahwa sejumlah perpustakaan dimungkinkan dapat saling bertukar data bibliografis. Agar pertukaran itu dapat berlangsung dengan baik, dituntut adanya keseragaman format cantuman. Untuk itu telah dikembangkan suatu format yang diberi nama machine readable catalogue disingkat MARC.

Format cantuman MARC dirancang bangun oleh Library of Congress bersama-sama British Library dengan tujuan mengembangkan cantuman bibliografis dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin untuk memudahkan reformat dalam berbagai keperluan (Sulistyo-Basuki, 1991).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan MARC akan memberikan kemudahan dalam membangun kerja sama antar perpustakaan, dengan cara saling bertukar data bibliografis. Dengan kode (tag) tertentu maka kode-kode tersebut akan dibaca oleh mesin, sehingga dengan kode (tag) tersebut akan terbentuk format cantuman yang seragam.

Format MARC terdiri dari dua bagian yaitu bagian pertama adalah bagian yang memberikan informasi tentang deskripsi data bibliografis, dan bagian kedua adalah bagian yang menyimpan data bibliografis tersebut. Data disimpan pada ruas data, dan setiap ruas diawali dengan tag atau tengara yang terdiri dari tiga angka dengan interval 000 – 999 (Rowley, 1992). Berikut contoh format INDOMARC yang diadaptasi untuk pembuatan pangkalan data katalog di sejumlah perpustakaan tertentu.

Tabel 1: Contoh format INDOMARC

020

ISBN

035

No. Kendali Setempat

041

Kode Bahasa

080

No. Panggil UDC

082

No. Panggil DDC

099

No. Panggil Setempat

100

Entri Tama Nama Orang

110

Entri Utanama Nama Badan Korporasi

111

Entri Utama Nama Pertemuan

245

Judul

250

Edisi

260

Penerbit dan Distribusi

300

Deskripsi Fisik

440

Seri

500

Catatan Umum

650

Entri Tambahan Subyek

695

Kata Kunci

700

Entri Tambahan Nama Orang

710

Entri Tambahan Badan Korporasi

711

Entri Tambahan Nama Pertemuan

850

Badan Pemilik

985

Jumlah Eksemplar

999

Nomor Identitas

Sumber : Saleh, 1999

Salah satu tujuan penggunaan format MARC pada kegiatan pengatalogan yang terautomasi adalah untuk membangun pangkalan data bibliografi koleksi, ialah untuk menghasilkan katalog terpasang OPAC, yang dapat diakses pemustaka dari terminal computer yang tersedia. Dengan demikian OPAC adalah bentuk katalog terpasang yang dirancang bangun dengan menggunakan format MARC. Pada tahun 1960-an MARC.

7. Keunggulan OPAC dari Katalog Kartu atau Katalog Manual

Murphy (1995) menyatakan bahwa OPAC adalah katalog yang paling cocok saat ini digunakan di perpustakaan. OPAC jauh melebihi katalog kartu dan katalog lainnya yang digantinya. Katalog kartu memiliki sejumlah keterbatasan disbanding dengan OPAC. Sekalipun fungsi dasarnya sama yaitu sebagai sarana temu balik informasi di perpustakaan, namun diantara katalog kartu dan OPAC terdapat perebedaan, antara lain:

Tabel 2: Keunggulan OPAC dari Katalog Kartu atau Kartu Manual Lainnya

OPAC

Katalog Kartu atau Kartu Manual Lainnya

1. Cantuman Bibliografi dapat ditelusur dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai bentuk format tampilan.

1. Cantuman Bibliografi hanya dapat ditelusur dalam satu cara dan hanya tampil dalam format yang sama.

2. Interaktif (komunikasi computer dengan pemustaka) dalam suatu mode atau cara yang bersifat dialog.

2. Bersifat pasif/statis.

3. Dapat memberi reaksi dan merespon pemustaka dalam suatu cara yang cerdas.

3. Pemustaka yang harus bergerak aktif

4. Dapat digunakan untuk menunjukkan pilihan penelusuran yang tersedia, mengoreksi pengoperasian yang salah.

4. Pendekatan alternative ini tidak dapat dilakukan melalui katalog kartu.

5. Menunjukkan alternative dokumen yang cocok dengan criteria penelusuran dan menuntun pemustaka selama melakukan penelusuran.

5. Pendekatan alternative ini tidak dapat dilakukan melalui katalog kartu.

6. Mampu menyediakan bantuan pemustaka dalam berbagai cara dan tingkatan, yang langsung bisa dibaca pengguna pada system, terdiri dari: bantuan temu balik (retrieval aids), bantuan bahasa (linguistic aids), bantuan menjelajah (navigational aids), dan bantuan arti kata (semantic aids).

6. Katalog Kartu tidak mampu memberikan fasilitas seperti yand ada pada OPAC.

7. Dengan OPAC, umumnya pengguna merasa: menyenangkan, menghemat waktu, menyediakan layanan baru, menyediakan cirri khas baru yang baru, (Markey, 1993).

8. Penelusuran dapat dilakukan berdasarkan : kata kunci ke semua ruas, menggunakan operator Boolean, dan biasanya menawarkan atau menyediakan akses yang luas kepada seluruh cantuman bibliografi. Sistematis dan bervariasi.

8. Penelusuran dapat dilakukan berdasarkan : subjek, judul, atau pengarang saja.

9. Bentuk dan isi tampilan bibliografi dimungkinkan berada pada format yang fleksibel, dengan kemungkinan tampilan informasi bibliografi dalam berbagai variasi dan pada level yang berbeda.

9. Bentuk dan isi tampilan bibliografi selalu berada pada format yang sama.

10. Tingkat Deskripsi bibliografi pada OPAC biasanya luwes dan bisa didesain sesuai dengan kebutuhan pengguna.

10. Sedangkan bila menggunakan katalog kartu, hal itu tidak dapat dilakukan.

11. Dapat diakses melalui terminal pada tempat yang berbeda dari dalam atau luar gedung perpustakaan, melalui local area networks (LAN) dan wide area networks (WAN).

11. Sedangkan bila menggunakan katalog kartu atau kartu manual lainnya, hal itu tidak dapat dilakukan.

12. Pemustaka yang berbeda, yang berada di dalam atau di luar gedung perpustakaan dimungkinkan menggunakan system OPAC secara bersama, sekalipun menelusur cantuman yang sama pada waktu yang bersamaan.

12. Sedangkan bila menggunakan katalog kartu, hal itu tidak dapat dilakukan.

8. Masih perlukah Katalog Perpustakaan?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, berikut akan disajikan tulisan Karen Coyle berjudul The Library Catalog in a 2.0 World dari Preprint Published in Journal of Academic Librarianship, v. 33. n. 2, (http://www.kcoyle.net) yang terjemahan bebas selengkapnya sebagai berikut:


Dalam kolom I sebelumnya telah saya sajikan beberapa pandangan melewati masa depan perpustakaan dan katalog perpustakaan. Menulis di ambang revolusi komputer, kebanyakan dari mereka benar meramalkan masa depan suatu perpustakaan dan katalog yang dapat diakses pengguna dari kantor atau rumah. Beberapa bahkan memprediksi pada akhirnya secara fisik perpustakaan akan mengalami pembubaran. Dokumen dan semua layanan akan beralih menjadi perpustakaan digital. Tapi tak satu pun dari mereka membayangkan munculnya informasi lingkungan hidup sepenuhnya di luar perpustakaan: World Wide Web. Pengguna kita telah mengalihkan perhatian mereka dari perpustakaan untuk sumber-sumber informasi lain. Pertanyaannya sekarang bukanlah bagaimana kita membuat pengguna ke perpustakaan, tapi bagaimana kita bisa mengambil perpustakaan untuk disajikan kepada pengguna. Jawabannya akan selalu melibatkan transformasi katalog perpustakaan.
Dalam era perpustakaan dengan dinding-dinding, perpustakaan dapat diakses pengguna informasi alam semesta itu dibatasi oleh dinding-dinding, dan dengan katalog pengguna dapat masuk ke wilayah yang dapat diakses. Saat ini perpustakaan tanpa dinding menyediakan akses ke jaringan komputer untuk berbagai sumber daya, yang sebagian besar tidak terwakili dalam katalog perpustakaan. Ada artikel jurnal, teks lengkap buku-buku referensi, kelembagaan repositori, arsip digital, dan bahan-bahan kurikulum. Bahan-bahan yang tersedia melalui perpustakaan umumnya bukan bagian dari sumber-sumber informasi akses terbuka bahwa pengguna dapat menemukan melalui mesin pencarian Web. Namun sumber daya akses terbuka yang juga merupakan bagian berharga dari informasi pengguna lingkungan, dan tidak boleh dilihat, baik oleh pustakawan atau pengguna, sebagai pesaing untuk sumber perpustakaan. Tantangan hari ini adalah untuk menyajikan semua ini sebagai suatu kesatuan yang utuh, dan akan membantu pengguna membuat pilihan antara berbagai sesaji.

Diskusi


“… Kita memiliki berbagai bentuk katalog yang tidak terhubung ke lingkungan populer atau alur kerja sehingga pengguna tidak dapat menemukan.” 1


Di perpustakaan secara profesional, menuntut blog-o-sphere berlangsung diskusi untuk membahas tentang masa depan katalog, dari katalogisasi, dan perpustakaan itu sendiri. Pada kenyataannya, kita tidak dapat membahas tiga topik ini secara terpisah; sebagai perubahan perpustakaan, katalog dapat berubah; dan sebagai perubahan maka katalog dan katalogisasi harus berubah untuk memenuhi kebutuhan.


Diskusi tentang mengubah katalog2 3 cenderung berfokus pada penciptaan layanan pengguna baru, kadang-kadang berlapis-lapis di atas saat ini sistem perpustakaan dan katalog data, kadang-kadang dalam hal model baru untuk pelayanan perpustakaan kepada pengguna. Ada juga diskusi tentang perubahan katalogisasi, khususnya karya Bersama Komite Pengarah Revisi AACR dan bekerja pada Sumber Daya Deskripsi dan Access4, yang dianggap penerus AACR2 peraturan katalogisasi. Pertanyaan yang lebih luas untuk mengubah perpustakaan tidak muncul, dan sering kali dalam konteks menyesuaikan diri dengan model-model baru komunikasi ilmiah5 6.


2.0


Dalam dunia yang terus-menerus dan cepat berubah, pernyataan bahwa kita sedang mendekati sesuatu yang disebut “Web dua titik-oh” adalah pernyataan yang kuat bahwa perubahan ini akan sangat besar. Bukan berarti akan ada momen yang sebenarnya di mana akan menjadi 1.9 Web Web 2.0, karena ini bukan direncanakan atau bahkan perubahan yang terkoordinasi. Istilah “2.0″ hanyalah sebuah singkatan untuk diketahui, tetapi dikehendaki pindah ke sesuatu yang baru. Perubahan itu relatif evolusioner dan bertahap dalam dunia di mana hampir merupakan pekerjaan penuh-waktu untuk terus mengikuti perkembangan harian baru. Tidak ada satu definisi dari Web 2.0, meskipun para ahli tertentu dapat menggambarkan karakteristiknya. Tim O’Reilly, pendiri penerbit terkemuka untuk judul komputer dan jaringan, memberikan ini sebagai sebagian dari unsur-unsur kunci Web 2.0 aplikasi: itu terjadi di Web, yang merupakan layanan, bukan produk; itu tidak terbatas pada satu produk perangkat lunak atau sebuah mesin tunggal, melainkan terbuka dan berbagi; pengguna dalam kelompok dan interaksi sosial adalah bagian dari organisasi. Users menyediakan konten dan nilai tambah.7


Karena “2.0″ telah menjadi kata “modern,” pustakawan berbicara tentang “Perpustakaan 2.0.” Tidak ada kesepakatan tentang apa 2.0 berarti di lingkungan perpustakaan,8 dan mengingat bahwa perpustakaan telah ada selama berabad-abad dibandingkan dengan kurang dari dua dekade web, itu sangat mungkin bahwa kita harus berbicara tentang Perpustakaan 7.0 atau 12.0. Ada satu sisi, bagaimanapun, di mana penggunaan 2.0 masuk akal, dan itu adalah bahwa pada saat ini dalam waktu layanan perpustakaan sangat banyak saling bergantung dengan World Wide Web, dan pengguna perpustakaan, nyaris menurut definisi, Web pengguna.
Ada dua topik di Perpustakaan 2.0 diskusi yang saya anggap paling menarik. Yang pertama adalah bahwa katalog perpustakaan, dalam arti daftar temuan perpustakaan kepemilikan, tidak lagi merupakan layanan utama perpustakaan bagi pengguna. Kedua adalah bahwa filsafat 2.0 menekankan aspek-aspek sosial dari informasi seperti resensi, rekomendasi, dan penandaan.


Katalog dalam Dunia 2.0


Katalog perpustakaan 1.0 sangat penting sebagai alat. Ini dikembangkan sebagai indeks yang terorganisasi ke dalam item fisik koleksi perpustakaan dalam abad ke-19. Masing-masing entri katalog mewakili sesuatu yang abstrak di rak perpustakaan. Ini adalah contoh yang sangat baik sebagai meta data karena representasi bentuk-bentuk katalog perpustakaan pada tingkat abstraksi yang nyata. Hal ini sangat berguna ketika hal yang sebenarnya adalah sebuah buku berada di rak yang jauh di banyak lantai, atau di perpustakaan yang berbeda tempat.


Konsep katalog sebagai satu-ke-satu representasi dari kepemilikan perpustakaan disertai dengan asumsi bahwa pengguna mengakses katalog untuk menemukan sesuatu yang memiliki perpustakaan. Jika pengguna tidak mencari item yang dikenal ( “apakah perpustakaan saya punya buku ini?”), Dengan query dapat dinyatakan sebagai: “Apa yang bisa saya dapatkan di perpustakaan ini tentang topik ini?” Ini adalah permintaan yang berbeda untuk: “Apa ada informasi tentang topik ini?” Itu pandangan yang lebih luas lebih merupakan eksplorasi. Dempsey9 mengacu pada hal ini sebagai perbedaan antara penemuan (permintaan informasi) dan lokasi (di mana sumber daya dapat ditemukan). Dalam dunia yang berorientasi buku, ini adalah perbedaan antara daftar pustaka (studi hangat tidak terbatas pada lokasi) dan kepemilikan dari perpustakaan tertentu. Katalog perpustakaan adalah yang terakhir; dicetak bibliografi dan indeks adalah mantan. Sebenarnya, laporan OCLC persepsi pengguna perpustakaan menunjukkan bahwa hanya satu persen dari pengguna memulai pencarian informasi mereka di perpustakaan dengan menggunakan katalog. Pengguna datang menggunakan katalog perpustakaan ketika berusaha untuk mencari sesuatu yang dia mengharapkan bahwa mungkin perpustakaan ada sesuatu yang dicari. Karena laporan OCLC yang sama menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna menganggap perpustakaan sebagai sumber informasi terutama memiliki buku, hal ini memberikan Anda gagasan tentang ketika pengguna akan memilih untuk berpaling ke katalog perpustakaan.


Lingkungan informasi terdistribusi yang berbasis pada sumber daya elektronik jauh lebih sedikit daripada hard copy dibatasi geografis dunia. Pengalaman pengguna dengan penggunaan alat-alat penemuan yang merupakan bagian dari lingkungan elektronik adalah bahwa pengguna “memperoleh” kepuasan dengan fungsi dan pencarian yang sama. Pengalaman umum lainnya adalah bahwa pencarian yang tidak terbatas pada satu lembaga atau lokasi tetapi bertentangan dengan kumpulan sumber-sumber informasi. Hal ini berlaku tidak hanya ketika menggunakan mesin pencari web umum, tetapi bahkan di situs bermerek. Ketika pengguna mencari Amazon untuk sebuah buku, Amazon membantu pengguna membeli buku dari sejumlah penjual buku yang berbeda. Dalam jaringan “2.0″ dunia, prinsip pengorganisasian adalah pelayanan, bukan lembaga atau lokasi geografis.


Paling 2.0 yang saat ini boleh dikatakan merupakan teknologi perpustakaan terbaru dengan pemanfaatan OpenURL. OpenURL telah menciptakan link penting dari perpustakaan kepada sumber daya dilisensikan ke pengguna perpustakaan. Di samping layanan OpenURL dibangun ke database berlisensi, browser plugins10 memfasilitasi hubungan antara situs-situs Web yang terbuka, seperti Google Scholar, dan sumber daya dilisensikan perpustakaan. Tanpa pernah sadar memasuki katalog perpustakaan, pengguna akan menerima layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Ini adalah contoh yang sangat baik membawa perpustakaan ke pengguna. Ada database yang merupakan dasar dari perpustakaan OpenURL layanan yang dapat memecahkan masalah. Database ini mengidentifikasi sumber daya yang dikelola oleh perpustakaan dan layanan yang berkaitan dengan sumber daya tersebut. Dalam semua indera database ini adalah semacam katalog, meskipun tidak akan pernah dapat dicari secara langsung oleh pengguna perpustakaan, dan bahkan tidak punya banyak dari apa yang kita sebut informasi bibliografi. Database yang dapat memecahkan masalah (resolver) tidak akan menggantikan katalog perpustakaan tradisional, tetapi bukti bahwa model-model baru untuk katalog mungkin diperlukan untuk mengintegrasikan dengan jenis layanan baru. Model munculnya layanan berlapis adalah satu dalam beberapa katalog yang ada dalam suatu sistem perpustakaan yang besar dengan berbagai resources.11


Pengguna 2.0


Konsep 2.0 ini bukan hanya tentang pencarian. Titik terakhir di atas dalam Tim O’Reilly’s definisi dari Web 2.0 adalah bahwa pengguna berpartisipasi dan menambahkan konten dan nilai. Dekade pertama milenium ini mungkin akan dikenal karena pertumbuhan kegiatan sosial elektronik yang canggih. Pengguna sudah terbiasa untuk membuat konten di web, apakah itu menulis review sebuah buku di toko buku online atau menciptakan identitas bagi diri mereka sendiri di My Space. Mereka juga terbiasa untuk memberi masukan dengan mengirim komentar ke blog atau menambahkan ide-ide mereka tentang suatu topik untuk Wikipedia.
Pengguna sekarang ini memiliki harapan bahwa mereka akan menemukan sebuah komunitas di tujuan elektronik mereka. Mereka juga berharap untuk berinteraksi dengan sumber-sumber informasi mereka, bukan untuk mengkonsumsi secara pasif. Ini menciptakan sesuatu dari dilema bagi perpustakaan. Katalog perpustakaan diciptakan oleh para profesional dengan menggunakan seperangkat aturan yang bahkan beberapa di dunia perpustakaan bisa mengatakan mereka telah benar-benar menguasai. Gagasan bahwa pengguna akan diizinkan untuk memodifikasi katalog adalah jauh dari mentalitas dari peraturan katalogisasi mungkin dapat Anda peroleh. OCLC adalah bereksperimen dengan beberapa input pengguna dengan memungkinkan pengguna untuk menambahkan ulasan untuk Buka WorldCat. Dasar dari katalog dan katalogisasi tetap sama, dan tinjauan yang tidak mempengaruhi penelurusan. Kebanyakan katalog perpustakaan online un-sosial, bahkan tidak memungkinkan tulisan elektronik setara dengan komentar di belakang kartu katalog.


Pemakai juga merasa nyaman berbagi sumber daya informasi mereka dan menggabungkan mereka dengan para pengguna lain. Pada situs bookmark sosial 12, pengguna berbagi bookmark dan tag yang mereka telah diberikan kepada mereka. LibraryThing,13 adalah sebuah situs untuk berbagi dan membandingkan buku pribadi bibliografi. Pada saat ini dan situs sosial lainnya, pengguna mendapatkan umpan balik dari pengguna lain yang membantu mereka memahami dan memperluas tampilan informasi mereka.


Pengguna juga mengharapkan sumber informasi mereka untuk berinteraksi dengan satu sama lain. Plugin browser yang OpenURL tersebut di atas, memungkinkan pengguna untuk bergerak dengan mulus dari kutipan di Web untuk sebuah salinan dari artikel yang dikutip tidak tersedia pada Web yang terbuka. Plugin lainnya membantu pengguna membuat bibliografi dari bibliografi informasi di layar, termasuk perpustakaan catalogs.14 layar informasi bibliografi ini kemudian dapat ditambahkan ke dokumen bahwa pengguna menulis.

Hasilnya dari hal ini adalah bahwa tidak ada satu tujuan untuk pengguna yang terlibat dalam pencarian informasi atau dalam beberapa informasi lainnya yang berhubungan dengan aktivitas. Sebuah survei yang dilakukan oleh OCLC pada persepsi pengguna perpustakaan menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka yang diwawancarai menggunakan mesin pencari untuk memulai pencarian informasi (84 persen). Hanya satu persen informasi memulai pencarian di situs Web perpustakaan. (hal. 6-3) Yang tidak berarti bahwa mereka tidak tertarik pada layanan perpustakaan, tetapi mereka mungkin tidak menemukan layanan tersebut jika perpustakaan tidak menemukan cara untuk pergi ke pengguna, daripada menunggu pengguna untuk datang ke perpustakaan.

9. Kesimpulan

Atas dasar uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa, dengan segala keterbatasan dan keunggulan masing-masing maka katalog perpustakaan sampai saat ini dan sampai kapanpun masih sangat dibutuhkan, dengan alasan:

  1. Bagi para pengelola perpustakaan (pustakawan) tidak mungkin meninggalkan katalog perpustakaan, karena “ruh” system temu kembali informasi berada pada katalog perpustakaan. Dengan kata lain katalog perpustakaan mengandung dasar falsafah bagi pustakawan, sehingga pustakawan harus mengetahui akan falsafah tersebut.
  2. Keduanya (katalog kartu atau katalog manual lainnya dan OPAC) memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu sebagai sarana temu balik informasi.
  3. Dengan katalog, perpustakaan dapat mengkomunikasian koleksinya kepada pemustaka, dan pemustaka akan memperoleh informasi yang dibutuhkan melalui katalog perpustakaan.
  4. Karena daya ingat (memori) manusia sangat terbatas dan tidak mungkin akan mampu untuk mengingat/menghafal semua dokumen (informasi) yang dimiliki perpustakaan maka perlu adanya alat yang dapat menyimpan semua dokumen (informasi) dalam bentuk katalog perpustakaan walaupun dalam bentuk yang berbeda.

10. Daftar Pustaka

Hasugian, Jonner. 2009. Katalog Perpustakaan: dari Katalog Manual Sampai Katalog Online (OPAC). Medan: USU Digital Library.

Saleh, Abdul Rahman dkk. 1996. CDS/ISIS: Panduan Pengelolaan Sistem Manajemen Basis Data untuk Perpustakaan dan Unit Informasi. Bogor: Saraswati Utama.

Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Klasifikasi DDC

December 28th, 2011

Klasifikasi Desimal Dewey (DDC)

Pengantar

Bagan klasifikasi perpustakaan modern, Klasifikasi Desimal Dewey (DDC)1 adalah yang tertua dan yang paling banyak digunakan di Amerika Serikat. Berikut ini juga yang mempunyai substansial di luar negeri. Digunakan secara luas seperti itu merupakan penghargaan untuk Melvil [le Louis Kossuth] Dewey, yang rencana awal adalah beradaptasi cukup untuk memasukkan mata pelajaran baru ketika mereka muncul dan cukup fleksibel untuk menghadapi perubahan yang dipaksakan oleh berlalunya waktu. Dewey lahir pada 10 Desember 1851, dan lulus pada tahun 1874 dari Amherst College, di mana ia menjadi asisten pustakawan perguruan tinggi. Dia benar-benar yang mengembangkan draft pertama dari sistem untuk mengatur buku sambil karya-karya sebagai asisten mahasiswa di perpustakaan perguruan tinggi pada tahun 1873. Dia segera menjadi pemimpin kepustakawanan di Amerika dan dapat membantu untuk mendirikan American Library Association (ALA) kedua dan perpustakaan sekolah Amerika pertama di Columbia University. Menjadi orang yang punya banyak kepentingan, dia juga seorang penganjur reformasi ejaan. Dia disingkat dengan nama kecil untuk “Melvil,” menjatuhkan dua nama tengah, dan bahkan berusaha mengubah ejaan nama keluarga untuk “Dui.” Sepanjang kariernya ia dipromosikan kepustakawanan oleh gurunya, menulis, dan berbicara. Dalam mengenali dan bertindak atas kebutuhan sistem atize koleksi perpustakaan untuk penggunaan yang efektif, ia tahu dari berbagai upaya sebelumnya, tetapi menemukan mereka idequate.2

Dewey tidak pernah mengklaim notasi desimal untuk klasifikasi, tapi sistem yang digunakan sebelumnya mereka hanya sebagai perangkat lokasi rak yang tidak signifikan. Apa Dewey melakukan klaim sebagai karya asli, dan dengan beberapa justífikasi, adalah “indeks relativ [relatif],” dikompilasi sebagai kunci untuk “beragam materi” disertakan dalam tabel. Kontribusi yang paling signifikan mungkin adalah penggunaan desimal untuk divisi hirarkis. Dikombinasikan dengan angka 0-9, desimal memberikan notasi murni yang dapat dibagi tanpa batas.

Edisi pertama bagan Dewey, dipersiapkan untuk Amherst College Library, dikeluarkan secara anonim pada tahun 1876 di bawah judul dan subjek A Classification and Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of a Library. Disertakan dalam bagan untuk 1.000 divisi bernomor 000-999, bersama dengan indeks relatif dan materi pendahuluan total dari 44 halaman. Yang kedua, “direvisi dan sangat diperbesar” edisi ini diterbitkan di bawah nama Dewey pada tahun 1885. Sejak saat itu edisi 20 lebih lengkap dan 14 abridgments telah muncul. Edisi keempat belas,diterbitkan pada tahun 1942, tetap edisi standar selama bertahun-tahun karena sebuah experimen angka indeks edisi kelima belas, yang diterbitkan pada tahun 1951, tidak berhasil. Tahun 1958 edisi keenam belas muncul dengan banyak perubahan dan penambahan, termasuk revisi lengkap bagian 546-547, “Anorganik dan Kimia Organik.” Sejak saat itu edisi paling lengkap berturut-turut telah dilakukan, di samping lain yang kurang menjaring perubahan, benar-benar perkembangan baru dari satu atau lebih ditargetkan bagian-bagian dari sistem. Sekarang edisi kedua puluh dua (DDC22) diterbitkan pada tahun 2003; yang terkait edisi keempat belas ringkasan diterbitkan pada tahun 2004.

Notasi DDC mendapat tag 082 di MARC 21 (yang sekarang Katalogisasi Machine Readable) format yang digunakan oleh Kanada, Britania Raya, dan Amerika Serikat; lihat Bab 3) ketika mereka telah diciptakan untuk item tertentu oleh Library of Congress (LC ) atau lembaga katalogisasi nasional lainnya. Dalam OCLC dan lain Bibliografis jaringan sebuah notasi DDC yang diciptakan oleh perpustakaan lokal yang berpartisipasi dalam pekerjaan bersih ditempatkan di tag 092 MARC. Nomor panggilan lengkap DDC juga ditempatkan di tag 092, terlepas siapa yang diberi notasi

DDC ke item yang terlibat.

Terkait erat dengan DDC adalah Klasifikasi Desimal Universal (UDC), yang didasarkan pada DDC aslinya. Hal ini dibahas secara singkat pada akhir bab ini.

Konsep Dasar

Sistem mengatur semua pengetahuan seperti yang diwakili oleh bahan pustaka ke dalam sepuluh kelas subjek yang luas berjumlah 000-900. Menggunakan angka-angka Arab untuk symbols, adalah fleksibel untuk tingkat angka yang dapat diperluas dalam linear untuk menutupi aspek-aspek khusus dari pelajaran umum. Secara teoritis, perluasan dapat melanjutkan tanpa batas. Semakin spesifik pekerjaan yang diklasifikasikan, semakin lama jumlah kombinasi cenderung untuk tumbuh. Catatan LC telah dikenal untuk membawa Dewey mengusulkan angka yang mengandung 21 digit, yaitu, 18 melewati tempat desimal. Seperti nomor panjang, namun akurat, yang berat, melainkan kerumunan mereka sulit untuk buku ke punggung dan audio-visual wadah, dan bahaya miscopying dan berkali-kai mis-pengerakan (shelvin). Untuk ini dan banyak alasan yang berhubungan dengan perpustakaan yang lebih besar telah berpaling dari DDC pada beberapa sistem lain, seperti Library of Congress Classification (LCC), yang memiliki notasi yang lebih ekonomis.

Meskipun demikian, sistem DDC memiliki banyak keuntungan. Isinya ringkas, yang dalam DDC22 terdiri dari volume untuk masalah perkenalan, manual, tabel pembantu, dan daftar relokasi, dan digunakan kembali discontinuations nomor; dua jilid untuk ringkasan dan pengembangan bagan, dan volume keempat berisi indeks. Mencakup banyak mnemonic perangkat yang dapat dipindahkan dari satu kelas ke kelas lain (misalnya, “-03″ pada akhir nomor klasifikasi dari setiap panjang sering menunjukkan sebuah kamus dari subjek di tangan). Pengklasir, begitu akrab dengan sistem, dapat menerapkannya ke bahan yang masuk dengan sangat cepat. Menyediakan sejumlah lokasi alternatif pilihan dan memungkinkan untuk spesifikasi detail besar. Pelanggan cenderung akrab dengan hal itu, karena itu adalah sistem yang paling sering digunakan di sekolah dan perpustakaan umum. Selain itu, mengatur mata pelajaran dari umum ke spesifik dalam tatanan kal ¬ Logi, yang sering kali dapat ditelusuri dengan analogi melalui lebih dari satu kelas. Itu filosofis dalam konsepsi, yang didasarkan pada garis besar yang sistematis pengetahuan yang memungkinkan subyek belum diketahui. Meskipun demikian, pengaturan keseluruhan tidak preemp ¬ tively teoretis atau logis. Dewey’s Tujuannya adalah untuk menyediakan sebuah sistem praktis untuk mengklasifikasi buku. Ini aplikasi utama buku-buku umumnya ditemukan di perpustakaan-perpustakaan Amerika tetap menjadi salah satu dari keterbatasan terkenal, walaupun upaya telah dilakukan di kemudian edisi untuk memperbaiki bias.

Premis dasar dari pendekatan Dewey adalah bahwa tidak ada satu kelas untuk setiap subjek. Pengaturan utama adalah dengan disiplin. Topik tertentu mungkin ap ¬ pir dalam sejumlah disiplin ilmu. Berbagai aspek seperti biasanya topik dibawa bersama dalam indeks relatif. Sebagai contoh, sebuah karya tentang “keluarga” dapat diklasifikasikan dalam salah satu dari beberapa tempat, tergantung pada penekanan, seperti dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Selain aspek-aspek yang ditampilkan di sana, bahan lain pada keluarga dapat ditemukan dalam nomor DDC masih berbeda. Penggunaan indeks relatif akan memimpin pengklasir untuk beberapa dari mereka.

Beberapa Nomor Kelas DDC yang berkaitan dengan Keluarga

173 Etika Hubungan keluarga
241.63 Etika keluarga Kristen
296.4 Keluarga agama Yahudi ritual, perayaan, jasa

306.8 Perkawinan dan keluarga
362.82 Keluarga dengan masalah khusus

363.96 Keluarga Berencana
392.36 Tempat-tempat kediaman [termasuk yang bagi keluarga]

616.89156 Psikoterapi Keluarga
796 Olahraga bagi keluarga
929.2 Silsilah Keluarga

Konsep-konsep dasar dari sistem tertutup di dua tempat di DDC22: pengantar dan manual. Pengenalan memberikan penjelasan rinci tentang bagan dan tabel dan rincian petunjuk dalam mengklasifikasikan dan membangun nomor dengan DDC. Manual dikhususkan untuk diskusi tentang tabel dan bagan dengan nomor, menunjuk daerah kesulitan dan menjelaskan apa yang seharusnya atau tidak boleh dimasukkan dalam-certain-angka.

Selain manual di DDC22, dua sumber di luar memberikan bimbingan:
Klasifikasi Desimal Dewey: Prinsip dan Aplikasi, oleh Lois Mai Chan dan Joan S. MitchelP; dan Klasifikasi Desimal Dewey.
22 Edisi: A Study Manual dan Membangun Nomor Petunjuk oleh Mona L. Scott4.

Format Bagan

Ringkasan

Pada awal volume 2, DDC22 menyediakan tiga ringkasan, berturut-turut menunjukkan 10 kelas utama, 100 divisi, dan subdivisi dari 1.000 seksi bagan nomor dasar. Setiap kelas terdiri dari sekelompok disiplin terkait.


Ringkasan dari 10 Kelas Utama DDC
000 Ilmu Komputer, Ilmu Informasi & Karya-karya Umum
100 Filsafat & Psikologi
200 Agama
300 Ilmu sosial
400 Bahasa
500 Ilmu-ilmu murni (Pasti/Alam)
600 Teknologi
700 Seni & Rekreasi
800 Sastra
900 Sejarah & Geografi

Masing-masing kelas utama dipisahkan menjadi 10 divisi, walaupun beberapa ini, serta pembagian lebih lanjut. mungkin tampak agak artifisial yang terletak di dalam kelas. Seratus divisi yang ditampilkan dalam “Ringkasan Kedua,” dari mana nomor-nomor berikut diambil:


Ringkasan dari Divisi Kelas DDC khusus
600 Teknologi
610 Kedokteran & Kesehatan
620 Rekayasa
630 Pertanian
640 Home & keluarga manajemen
650 Management & Public Relations
660 Teknik Kimia
670 Manufaktur
680 Industri untuk Kegunaan Khusus
690 Bangunan & Konstruksi

Setiap divisi dibagi menjadi 10 bagian. Sekali lagi beberapa mungkin tampak artifisial ini terletak. Seribu bagian yang ditampilkan dalam “Ringkasan Ketiga,” dari mana nomor-nomor berikut diambil:
Ringkasan pada Seksi (Sections) dari Divisi DDC
610 Kedokteran & Kesehatan
611 Manusia anatomi, sitologi & Histologi
612 Manusia Fisiologi
613 Kesehatan Perorangan & Keselamatan
614 Insiden & Pencegahan Penyakit
615 Farmakologi & Terapi
616 Penyakit
617 Bedah & Spesialisasi Medis yang Terkait
618 Ginekologi, Kebidanan, Pediatri & Geriatri
619 [Unassigned]

Volume 2 menyajikan secara rinci subjek ditempatkan di 000 melalui 599. Bagan penuh rinci untuk ditempatkan pada 600 subyek melalui 999 adalah volume 3. Dalam bagan lenkap, masing-masing 1.000 nomor yang subdivisi memperpanjang lebih dari dua halaman memberikan ringkasan dari “puluhan” tempat melewati titik desimal, misalnya,

612 Manusia Fisiologi

RINGKASAN
612.001-.009 Subdivisi Standar
.01 -. 04 [Biofisika, biokimia, kontrol proses, jaringan dan organ budaya,

fisiologi kegiatan khusus]
.1 Darah dan Peredaran
.2 Respiration
.3 Pencernaan
.4 Hematopoietic, Limfatik, Kelenjar, Sistem Saluran Kencing
.6 Reproduksi, Pengembangan, Pematangan
.7 Sistem otot, Lapisan atas
.8 Indra fungsi fungsi saraf
.9 Daerah Fisiologi

Pada beberapa tempat dalam bagan, bertingkat ringkasan disediakan. Contoh yang dapat ditemukan di “610 Kedokteran & Kesehatan.”

Entri dalam Bagan

Dalam bagan lengkap 1.000 bagian yang tercantum secara terpisah, diikuti secara rinci oleh setiap subdivisi mereka mungkin. Sering ada asimetri membuktikan fakta bahwa fenomena dunia tidak selalu dapat dibagi dan kelompok dibagi lagi menjadi 10:

Perluasan Subdivisi Desimal dari Topic DDC

612 Fisiologi Manusia

612,1 Darah dan sirkulasi darah

612,11 Darah

612,12 Kimia Darah

612,13 Pembuluh darah dan sirkulasi vaskular

612,14 Tekanan-darah
612,17 Hati
612,18 Vasomoters

Berturut-turut memanjang nomor dasar oleh satu (kadang-kadang dua atau tiga) digit (s) mencapai ‘langkah-divisi bijaksana. Struktur piramidal ini berarti bahwa, dalam hubungan subjek, apa yang benar dari seluruh adalah benar dari bagian-bagian. Sebagai contoh, ilmu kedokteran adalah cabang teknologi; fisiologi adalah ilmu medis,dll.

Tipe-tipe Urutan Hirarkis DDC

600 Teknologi
610 Kedokteran & Kesehatan
612 Fisiologi Manusia
612.1 Darah dan Sirkulasi

612.11 Darah

612.112 Leukosit (sel darah putih)

612.112 7 Hitungan dan menghitung

Sebagai notasi mengembang luar titik desimal, editor DDC memperkenalkan spasi setelah setiap nomor ketiga. Ruang dimasukkan semata-mata untuk memudahkan membaca angka yang tercantum erat. Pada bahan pustaka dan bibliografi catatan mereka harus dihilangkan, sehingga jumlah akan menempati ruang tidak lebih daripada yang benar-benar diperlukan. Nomor terakhir pada contoh di atas akan ditulis “612.1127″ dalam catatan bibliographic. Bagan jarang menampilkan angka dengan lebih dari empat angka desimal, meskipun kadang-kadang indeks relatif mengembang nomor ke delapan atau bahkan sembilan desimal. Dalam indeks kita menemukan “Radiasi luka-luka - hewan - kedokteran hewan 636.089 698 97.”Namun sesuai bagan memperluas “636 - Hewan peternakan” hanya sejauh “636.089 - Hewan Ilmu Hewan obat.” Dalam 636.089 instruksi di dalam bagan memungkinkan pembangunan semakin lama jumlah yang ditemukan dalam indeks. Konsep nomor bangunan dijelaskan nanti dalam bab ini.

Tempat-tempat tertentu dalam bagan di mana ekspansi simetris sepenuhnya tidak dapat dipertahankan terpusat diberikan masukan, yang mewakili konsep-konsep yang tidak ada nomor khusus dalam notasi hierarki dan yang karena itu, meliputi ringkasan rentang angka. Ini muncul dengan garis-garis yang berpusat tepat di atas mereka dan dengan simbol “>” pada margin kiri mereka. Berpusat entri selalu diikuti oleh sebuah catatan yang mengatakan ke kelas di mana karya-karya yang komprehensif yang mencakup subjek diwakili oleh entri berpusat, misalnya:

Tipe-tipe sekitar Entry DDC
> 439.6-439.8 Khusus Bahasa Jermanik Utara
Kelaskan karya-karya komprehensif di 439.5

Perangkat format lain yang berguna adalah nomor bagian dan menjalankan judul di bagian atas setiap halaman jilid 2 dan 3 (bagan), penggunaan huruf tebal dan cahaya wajah-jenis dalam berbagai ukuran, marjinal indentions tangan kiri untuk menunjukkan struktur hirarkis, dan penggunaan tanda kurung siku untuk nomor dari sebuah topik yang baru-baru ini telah bergeser (atau “dipindahkan”).


Catatan

Mungkin yang paling membantu sumber informasi bagi pengklasir DDC adalah catatan. Ada beberapa jenis catatan utama dalam edisi kedua puluh dua: catatan yang memberitahu apa yang ditemukan di klasifikasi, catatan yang memberitahu apa yang ditemukan di klasifikasi lain, “termasuk” catatan (misalnya, mencatat bahwa mengidentifikasi topik di “berdiri ruang “), catatan yang menjelaskan perubahan dalam bagan dan tabel, mencatat bahwa menginstruksikan kepada pengklasir dalam pembuatan nomor klasifikasi, mencatat bahwa preferensi resep rujukan dan ketertiban, dan catatan yang menjelaskan pilihan.

Catatan ditemukan dalam dua kelompok pertama memiliki apa yang disebut “kekuatan hirarkis.” Ini berarti mereka dapat diterapkan ke semua subdivisi penglihatan di bawah angka yang memiliki catatan, serta nomor dengan catatan.

Catatan Katakan bahwa Apa yang Ditemukan di Klasifikasi

Catatan ini termasuk catatan lingkup, definisi catatan, nomor-dibangun catatan, mantan pos catatan, nama varian catatan, dan kelas-sini catatan. Contoh dari definisi lingkup atau catatan lain ditemukan di “553 Ekonomi geologi.” Catatan pertama di sana berbunyi, “kuantitatif terjadinya dan distribusi bahan geologis util ekonomi ¬ jawabku.” Catatan kedua klasifikasi ini adalah contoh dari sebuah kelas-sini catatan: “Kelas sini interdisipliner geologi karya-karya pada bahan bukan logam.” Catatan seperti itu digunakan untuk daftar topik utama yang disertakan di kelas dan juga untuk menunjukkan di mana antar disiplin dan karya-karya yang komprehensif harus diklasifikasikan. Jumlah catatan dibangun mantan dataran dibangun sumber angka-angka yang dimasukkan dalam bagan, misalnya “Bumi 559.9 ilmu-ilmu dari dunia luar bumi. Jumlah dibuat sesuai dengan petunjuk instruksi dibawah 554-559.” Yang dahulunya tajuk dan nama varian catatan mulai dengan kata-kata dan tampak cukup jelas.

Catatan Katakan bahwa Apa yang Ditemukan di Lain Klasifikasi

Catatan ini dimulai dengan kata-kata kelas, untuk, atau lihat juga. Sebagai contoh, di “070.9 Sejarah dan perawatan orang jurnalisme dan koran” ditemukan catatan, “Kelas perawatan historis topik khusus jurnalisme di 070.41-070.49.” Pada “ekonomi produksi 338.5 Umum” adalah catatan, “Untuk organisasi produksi, lihat 338.6.”


Termasuk Notes (Notes yang Identifikasi Topik dalam “Berdiri Room”)

Catatan ini menyediakan lokasi untuk topik yang belum memiliki cukup tentang karya-karya mereka untuk membenarkan nomor yang terpisah. Diasumsikan bahwa mungkin ada lebih karya-karya di masa depan, dalam hal ini topik yang dapat ditugaskan nomor mereka sendiri. Jadi, untuk menerapkan aturan DDC tidak mengizinkan membangunan nomor apapun (termasuk penambahan subdivisi standar) untuk topik di “ruang berdiri.” Asumsinya adalah bahwa jumlah yang berdiri topik dapat dibagi dalam edisi berikutnya untuk membuat nomor topik, dan sebagainya, jika tidak ada nomor bangunan telah dilakukan, semua item pada topik yang dapat diklasifikasikan dalam nomor baru topik baru hanya dengan menambahkan digit untuk nomor umum. Berdiri-ruangan catatan mulai dengan kata termasuk. Sebagai contoh, dalam ilmu perpustakaan dan informasi bagian bawah “Katalogisasi Deskriptif,” orang menemukan “Pilihan 025.322 pilihan untuk entri dan bentuk tajuk entri.” Catatan pertama mengatakan, ‘: Termasuk Tajuk Badan Korporasi, tajuk nama-nama perorangan, judul-judul seragam. “Sudah ada pembagian” Otoritas 025.3222 file, “dan itu akan menjadi mungkin di masa depan, bahwa setiap subddivisi untuk tajuk entri badan korporasi, tajuk entri nama-nama perorangan, dan judul seragam dapat dibuat.

Catatan Jelaskan bahwa Perubahan Bagan dan Tabel

Catatan ini menceritakan seorang pengguna dari bagan yang telah ada perubahan pada nomor khusus sejak DDC edisi terakhir. Mungkin ada revisi isi tertutup, penghentian cakupan yang baik untuk seluruh nomor atau untuk bagian dari isinya, atau relokasi semua atau bagian dari isi.

Catatan Anjuran bagi Pengklasir dalam Pembentukan Nomor Kelas

Pembentukan nomor kelas, cara memperoleh petunjuk memberikan analisis lebih mendalam di klasifikasi tertentu. Pembentukan nomor kelas ini dibahas secara rinci di bawah.


Catatan meresepkan Citation dan Preferensi Order


Catatan ini membantu pengklasir menentukan lebih dari satu aspek atau karakter ¬ teristic digunakan untuk klasifikasi. Order Citation memungkinkan penggunaan dua atau lebih karakteristik (yakni, aspek) dalam urutan tertentu. Urutan preferensi menetapkan urutan yang salah memilih ketika hanya satu faset dapat dipilih. Contoh:
006 Metode komputer Khusus

Kecuali instruksi lain yang diberikan, kelas mata pelajaran dengan aspek-aspek dalam dua atau lebih dari 006 di subdivisi yang datang terakhir, misalnya, pengolahan bahasa alami dalam sistem pakar 006.35 (tidak 006.33)


Catatan Menerangkan Pilihan

Catatan seperti ini biasanya diberikan dalam tanda kurung dan mungkin bermanfaat dalam memberikan metode alternatif untuk menangani situasi tertentu. Internasional pengguna menemukan bahwa pilihan untuk agama, bahasa, dan sastra memungkinkan mereka untuk memberikan pengobatan pilihan untuk kebutuhan lokal. Satu pilihan sering diikuti adalah:

016 Bibliografi dan katalog yang karya-karya pada mata pelajaran tertentu atau dalam disiplin tertentu


(Pilihan: Kelas dengan disiplin yang spesifik atau subjek, ditambah notasi 016 dari Tabel 1, misalnya, bibliografi obat 610.16)

Revisi Bagan Lengkap

Dalam DDC21 ada tiga daerah yang signifikan mengalami perubahan lengkap: 350-354 - Public administrasi, 370 - Pendidikan, dan 560-590 - Life sciences. Untuk dua bidang ini, administrasi publik dan kehidupan ilmu pengetahuan, aspek dan segi indikator menjadi bagian dasar dari desain. • Faset dalam bentuk ini memperkenalkan dalam bagan musik yang sama sekali direvisi untuk yang kedua puluh edisi. Hal ini memungkinkan membangun nomor melalui penggunaan indikator 0 dan 1. Faset memungkinkan identifikasi komponen yang bermakna dalam sejumlah klasifikasi baik dalam proses dan dalam proses pengambilan.

Selain itu revisi lengkap, mulai DDC21 edisi dua rencana untuk kembali menjabarkan Agama Kristen di 200 - Agama. DDC22 menyelesaikan relokasi dan ekspansi yang direncanakan untuk 200 - Agama.

DDC22 tidak “sepenuhnya direvisi bagan” tapi tetap memiliki beberapa perubahan besar. Dibahas dalam edisi kedua puluh dua diperbarui perkembangan dan terminologi bagi kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga di 305-306; 340 perbaikan pada bagan yang berhubungan dengan hukum bangsa-bangsa, hak asasi manusia, dan organisasi antar pemerintah; substansial pembaruan 510 - Matematika dan 610 - Kedokteran dan kesehatan; pergerakan angka-angka untuk fasilitas untuk wisatawan dari 647.94 ke daerah dengan 910-919 perjalanan lainnya yang berhubungan dengan konsep, dan meng-update sejumlah daerah geografis dalam Tabel 2. Mungkin perubahan paling mencolok adalah DDC22 penghapusan Tabel 7 (Grup Orang), yang sebagian besar merupakan duplikasi dari garis besar dari bagan sendiri. Sekarang Classifiers diinstruksikan untuk menggunakan notasi yang tersedia di bagan dan di-08 dari Tabel I di tempat bekas Tabel 7.

Pembentukan Nomor Kelas

Sebuah premis dalam karya-karya dengan DDC adalah bahwa semua angka-angka tersebut mungkin tidak terdapat khusus dalam bagan. Namun angka yang lebih tepat daripada yang tercetak dapat dibangun atau disintesis menggunakan tabel atau bagian lain dari bagan.

Penambahan dari Tabel-tabel Pembantu

Tabel-tabel pembantu 1 sampai 6, ditemukan dalam volume I DDC22, memberikan pengklasir satu cara untuk memperluas angka yang ada dalam bagan. Setiap angka dalam tabel ini didahului oleh sebuah tanda garis untuk menunjukkan bahwa ia tidak dapat berdiri sendiri sebagai nomor klasifikasi. Tanda garis harus dihilangkan ketika jumlah terpasang ke notasi klasifikasi.

Tabel 1. Subdivisi Standar

Seperti yang telah dicatat di bawah “Prinsip-prinsip Umum Klasifikasi” bagian bab 14, semua rak klasifikasi memberikan pendekatan ganda. Beberapa item yang dikelompokkan berdasarkan isi subyek mereka, sementara yang lain ditempatkan sesuai dengan bentuk atau gaya/aliran. Subdivisi standar diberikan dalam Tabel pembantu Tabel 1 berasal dari apa yang disebut dalam edisi-edisi sebelumnya tabel “bentuk divisi.” Zaman sekarang ” subdivisi standar ” meliputi contoh selain bentuk. Beberapa benar-benar memperlakukan bentuk (misalnya, dictionaries, ensiklopedi, majalah, dll). Lain-lain mewakili “cara-cara pengobatan,” teoritis atau historis yang meliputi aspek-aspek dari subjek, seperti filsafat dan teori, sejarah, dll. Berikut adalah beberapa kategori yang dapat ditemukan dalam Tabel I.

-01 Filsafat dan teori. Sebuah eksposisi dari setiap subjek
diperlakukan dari sudut pandang teoretis.

Contoh: 701 Filsafat Seni

720.1 Filsafat dan Teori Arsitektur 721.01 Filsafat dan Teori Arsitektur Struktur

-03 Kamus, ensiklopedia, konkordansi.

Contoh: 720.3 Kamus Arsitektur
727.803 Encyclopedia of Bangunan Perpustakaan

-05 Serial publikasi. Digunakan untuk publikasi di mana subjek dirawat di artikel, makalah, dll
Contoh: 720.5 Architectural Record

727.805 Journal of Arsitektur Perpustakaan

-08 Sejarah dan deskripsi sehubungan dengan jenis orang.
Contoh: 720.8 Arsitektur Adaptasi untuk Orang dengan Kebutuhan Khusus

727.808 Gedung Perpustakaan Adaptasi untuk Orang dengan Kebutuhan Khusus

-09 Pengolahan historis, geografis, perorangan.
Contoh: 720.9 Fletcher Sejarah Arsitektur

727.809 Sejarah Perpustakaan Carnegie Bangunan

Sebagian besar subdivisi standar itu kemudian dibagi lagi dalam Tabel 1. Untuk
contoh, di bawah “-01 Filsafat dan teori” subtopics tercantum berikut:

-011 Systems

-012 Klasifikasi

-014 Bahasa dan Komunikasi

-015 Prinsip-prinsip Iilmiah

-019 Prinsip-prinsip Psikologis

-09 Subdivisi Standar geografis dapat dibagi, melalui selain daerah angka dari Tabel 2, misalnya, “Sejarah Arsitektur 720.973 di Amerika Serikat.” Ini ijelaskan secara rinci di bawah ini di bagian yang berjudul “Tabel 2. Wilayah Geografis, Historical Periods, Orang-orang.”

Kecuali instruksi spesifik menyatakan sebaliknya, subdivisi standar dapat digunakan dengan nomor lain jika aplikasi seperti itu bermakna. Salah satu instruksi khusus untuk tidak menambahkan subdivisi standar hanya ditemukan dalam pengantar dalam volume I dan sering diabaikan. Ketika sebuah karya tidak “perkiraan seluruh subjek nomor,” subdivisi standar biasanya tidak boleh ditambahkan. Hal ini telah disebutkan di atas dalam diskusi tentang catatan yang mengidentifikasikan topik di “ruang berdiri”. Jika, untuk contoh, sumber daya adalah tentang penelitian pada judul nama perusahaan, ini harus diberikan nomor “025.322″ untuk “Pilihan masuk dan bentuk tajuk”. Karena sumber daya tidak tentang bentuk-bentuk penelitian mengenai segala macam judul, dan karena tidak ada nomor specific judul korporat, subdivisi standar “-072″ untuk penelitian tidak boleh melekat ke nomor.

Meskipun dalam tabel setiap angka yang didahului oleh satu nol, misalnya, “-03 Dictionaries, dan sebagainya,” kadang-kadang diperlukan dalam bagan untuk menerapkan double atau triple nol untuk memperkenalkan subdivisi. Hal ini terjadi ketika nol satu subdivisi sudah disesuaikan dalam bagan untuk tujuan khusus. Petunjuk yang meliputi situasi seperti ini secara eksplisit dan harus diikuti dengan cermat. Beberapa contoh akan menggambarkan prinsip-prinsip dasar tertentu:


a) Subdivisi Standar Tercantum dalam Bagan

Di beberapa bagian dari bagan sebuah konsep yang biasanya dinyatakan sebagai subdivisi standar yang dicetak dengan nomor sendiri. Sebagai contoh, “publikasi Serial 805″ yang dicetak dalam bagan berikut “800 Kesusasteraan…” Oleh karena itu, ini adalah nomor yang digunakan untuk serial tentang sastra, bukan 800.5 atau 800.05. Demikian pula, “50l Filsafat dan teori” yang tercetak setelah “500 ilmu-ilmu alam dan matematika.” Tak satu pun dari subdivi standar rincian untuk -01 temukan dalam Tabel I tercetak setelah “501,” tapi satu dapat menggunakan rincian ini di nomor ini jika sesuai. Sebagai contoh, sebuah karya tentang konsep klasifikasi teoretis dalam ilmu alam akan diklasifikasikan “501.2.”

b) Subdivisi Standar tidak tercantum dan tidak ada petunjuk yang diberikan

Situasi yang paling umum adalah bahwa di mana subdivisi standar tidak dicetak dan tidak ada petunjuk yang diberikan. Dalam kasus seperti itu satu-0 memperkenalkan subdivisi standar. Sebagai contoh, bagan memberikan nomor “371.4″ bimbingan dan konseling untuk mahasiswa. Sebuah karya pada filsafat dan teori tentang bimbingan dan konseling mahasiswa akan diberikan nomor klasifikasi “371.401.”

c) 0-divisi yang digunakan untuk tujuan tertentu; subdivisi standar untuk diperkenalkan oleh ganda-O (doubel nol)

Contoh dari doubel nol muncul di “271 Agama kongregasi dan perintah dalam sejarah gereja.” 0 (nol) subdivisi tunggal digunakan untuk jenis tertentu kongregasi religius, misalnya, 271.01 “kontemplatif perintah agama,” “perintah Pengajaran 271.03,” 271.04 “perintah khotbah,” dll Di sini instruksi adalah menggunakan standar 271.001-271.009 untuk subdivi standar. Oleh karena itu, seorang bebas dari kongregasi religius dan perintah secara umum diklasifikasikan dalam 271.003.

d) 00-divisi yang digunakan untuk tujuan khusus; subdivisi standar untuk dimasukkan oleh triple-0

Contoh triple-0 muncul di “230 teologi Kristen Kristen.” Single-0 nomor 230.1-230.9 dicadangkan untuk “Doktrin-doktrin denominasi tertentu dan sekte. Doube-0 angka 230.01-230.09 dicadangkan untuk”Subdivisi Standar dari Teologi Kristen”. Oleh karena itu 230.001-230.009 (triple-0) digunakan untuk” Subdivisi Standar Agama Kristen. “Agama yang bebas dari kekristenan akan diklasifikasikan sebagai 230.003.

Tabel 2. Wilayah geografis, Historical Periods, Orang-orang

Bila tajuk yang diberikan dapat dibagi secara geografis dan perpustakaan memiliki banyak buku berkaitan dengan subjek, pengklasir disarankan bahwa penggunaan Tabel 2 (Tabel Wilayah), yang memungkinkan seseorang untuk memperluas jumlah sistematis menurut kawasan atau situs. Ini adalah jauh dari enam bagian terpenting pada tabel pembantu yang menyertai bagan DDC. Pengaturan secara umum adalah sebagai berikut:

-01-05 Periode sejarah
-1 Daerah, daerah, tempat pada umumnya; samudra dan lautan
-2 Orang (Terlepas dari daerah, daerah, tempat)
-3 Dunia kuno
-4 Eropa Eropa Barat
-5 Asia Timur, Timur Jauh

-51 Cina

-52 Jepang

-53 Jazirah Arab

-54 Asia Selatan, India

-55 Iran

-56 Asia Tengah (Timur Tengah)

-57 Siberia

-58 Asia Tengah

-59 Asia Tenggara

-591 Burma

-593 Thailand (Siam)

-594 Laos

-595 Malaysia

-5951 Malaysia Barat

-5953 Sabah

-5954 Sarawak

-5955 Brunei

-5957 Singapura

-596 Kamboja (Republik Khmer, Kampuchea)

-597 Vietnam

-598 Indonesia

-5981 Sumatera

-59811 Nanggroe Aceh Darussalam

-598111 Banda Aceh

-598112 Langsa

-598113 Lhokseumawe

-598114 Sabang

-598115 Subulussalam

-598116 Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Jaya

-598117 Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tengah

-598118 Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen

-598119 Gayo Lues, Nagan Raya, Pidie, Pidie Jaya, Simeulue

-59812 Sumatera Utara

-598121 Medan, Binjai

-598122 Padang Sidempuan, Pematangsiantar

-598123 Sibolga, Tanjung Balai, Tebing Tinggi

-598124 Angkola Sipirok, Asahan,Batubara, Dairi

-598125 Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu

-598126 Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan

-598127 Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir

-598128 Serdang Bedagai, Simalungun, Toba Samosir

-598129 Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara

-59813 Bengkulu

-598131 Bengkulu

-598132 Bengkulu Selatan

-598133 Bengkulu Utara

-598134 Kaur

-598135 Kepahiang

-598136 Lebong

-598137 Muko-Muko

-598138 Rejang Lebong

-598139 Seluma

-59814 Jambi

-598141 Jambi

-598142 Batang Hari

-598143 Bungo

-598144 Kerinci

-598145 Merangin

-598146 Muaro jambi

-598147 Sarolangun

-598148 Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat

-598149 Tebo

-59815 Riau

-598151 Pekan Baru

-598152 Dumai

-598153 Bengkalis

-598154 Indragiri Hilir, Indragiri Hulu

-598155 Kampar

-598156 Kuantan Sengingi

-598157 Pelalawan

-598158 Rokan Hulu, Rokan Hilir

-598159 Siak

-59816 Sumatera Barat

-598161 Padang

-598162 Bukittinggi, Padang Panjang

-598163 Pariaman, Payakumbuh

-598164 Sawahlunto, Solok

-598165 Agam, Dharmasraya

-598166 Lima Puluh Kota, Kepulauan Mentawai

-598167 Padang Pariaman, Pasaman

-598168 Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Sawahlunto Sijunjung

-598169 Solok, Solok Selatan, Tanah Datar

-59817 Sumatera Selatan

-598171 Palembang

-598172 Prabumulih

-598173 Lubuklinggau

-598174 Pagar Alam

-598175 Banyuasin, Musi Banyuasin

-598176 Empat Lawang, Lahat

-598177 Muara Enim, Musi Rawas

-598178 Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu

-598179 Ogan Ilir Komering Ulu Timur, Ogan Ilir Komering Ulu Selatan

-59818 Lampung

-598181 Bandar Lampung

-598182 Metro

-598183 Lampung Barat

-598184 Lampung Selatan

-598185 Lampung Tengah

-598186 Lampung Timur

-598187 Lampung Utara

-598188 Way Kanan, Tanggamus

-598189 Tulang Bawang, Pesawaran

-59819 Kepulauan Bangka-Belitung dan Kepulauan Riau

-598191 Pangkal Pinang

-598192 Bangka, Bangka Barat

-598193 Bangka Tengah, Bangka Selatan

-598194 Belitung, Belitung Tmur

-598195 Batam

-598196 Tanjung Pinang

-598197 Karimun, Bintan

-598198 Lingga

-598199 Natuna

-5982 Jawa

-59821 Banten

-598211 Serang

-598212 Cilegon

-598213 Tangerang

-598214 Lebak

-598215 Pandeglang

-59822 Jakarta

-598221 Jakarta Pusat

-598222 Jakarta Barat

-598223 Jakarta Timur

-598224 Jakarta Selatan

-598225 Jakarta Utara

-598226 Kepulauan Seribu

-59823 Jawa Barat

-598231 Karisidenan Bandung

-598231 1 Bandung

-598231 2 Ciamis

-598231 3 Garut

-598231 4 Majalengka

-598231 5 Subang

-598231 6 Sumedang

-598231 7 Tasikmalaya

-598231 8 Banjar

-598231 9 Cimahi

-598232 Karisidenan Cirebon

-598232 1 Cirebon

-598232 2 Indramayu

-598232 3 Karawang

-598232 4 Kuningan

-598232 5 Purwakarta

-598233 Karisidenan Bogor

-598233 1 Bogor

-598233 2 Bekasi

-598233 3 Cianjur

-598233 4 Sukabumi

-598233 5 Depok

-59824 Jawa Tengah

-598241 Karisidenan Pekalongan

-598241 1 Pekalongan

-598241 2 Tegal

-598241 3 Batang

-598241 4 Brebes

-598241 5 Pemalang

-598242 Karisidenan Semarang

-598242 1 Semarang

-598242 2 Salatiga

-598242 3 Kendal

-598242 4 Grobogan

-598243 Karisidenan Pati

-598243 1 Pati

-598243 2 Kudus

-598243 3 Demak

-598243 4 Jepara

-598243 5 Rembang

-598243 6 Blora

-598244 Karisidenan Banyumas

-598244 1 Purwokerto

-598244 2 Banyumas

-598244 3 Banjarnegara

-598244 4 Cilacap

-598244 5 Purbalingga

-598245 Karisidenan Kedu

-598245 1 Magelang

-598245 2 Wonosobo

-598245 3 Purworejo

-598245 4 Kebumen

-598245 5 Temanggung

-598246 Karisidenan Surakarta

-598246 1 Surakarta

-598246 2 Sukoharjo

-598246 3 Klaten

-598246 4 Boyolali

-598246 5 Sragen

-598246 6 Karanganyar

-598246 7 Wonogiri

-59825 Jawa Timur

-598251 Surabaya

-598252 Karisidenan Malang

-598252 1 Malang

-598252 2 Batu

-598252 3 Pasuruan

-598253 Karisidenan Probolinggo

-598253 1 Probolinggo

-598253 2 Banyuwangi

-598253 3 Jember

-598253 4 Situbondo

-598254 Karisidenan Bojonegoro

-598254 1 Bojonegoro

-598254 2 Bondowoso

-598254 3 Gresik

-598254 4 Lamongan

-598254 5 Lumajang

-598254 6 Tuban

-598255 Karisidenan Sidoarjo

-598255 1 Sidoarjo

-598255 2 Mojokerto

-598255 3 Jombang

-598256 Karisidenan Madiun

-598256 1 Madiun

-598256 2 Magetan

-598256 3 Ngawi

-598256 4 Ponorogo

-598256 5 Pacitan

-598256 6 Trenggalek

-598257 Karisidenan Tulung Agung

-598257 1 Tulung Agung

-598257 2 Blitar

-598257 3 Kediri

-598257 4 Nganjuk

-59826 Madura

-598261 Bangkalan

-598262 Pamekasan

-598263 Sampang

-598264 Sumenep

-59827 Daerah Istimewa Yogyakarta

-598271 Yogyakarta

-598272 Bantul

-598273 Kulon Progo

-598274 Gunung Kidul

-598275 Sleman

-5983 Kalimantan

-59831 Kalimantan Barat

-598311 Kota Pontianak

-598312 Kabupaten Pontianak

-598313 Kota Singkawang

-598314 Kabupaten Bengkayang dan Kab. Kapuas Hulu

-598315 Kabupaten Kayong Utara dan Kab. Ketapang

-598316 Kabupaten Landak dan Kab. Melawi

-598317 Kabupaten Kubu Raya dan Kab. Sanggau

-598318 Kabupaten Sekadau dan Kab. Sintang

-598319 Kabupaten Sambas

-59832 Kalimantan Selatan

-598321 Banjarmasin

-598322 Banjarbaru

-598323 Banjar

-598324 Balangan, Barito Kuala

-598325 Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah

-598326 Hulu Sungai Utara,.Tabalong

-598327 Kotabaru

-598328 Tanah Laut, Tanah Bumbu

-598329 Tapin

-59833 Kalimantan Tengah

-598331 Palangka Raya

-598332 Barito Selatan, Barito Timur

-598333 Barito Utara,. Gunung Mas

-598334 Kapuas, Katingan

-598335 Kotawarigin Barat

-598336 Kotawaringin Timur

-598337 Lamandau

-598338 Pulang Pisau,. Murung Raya

-598339 Seruyan, Sukamara

-59834 Kalimantan Timur

-598341 Balikpapan

-598342 Samarinda

-598343 Bontang

-598344 Tarakan

-598345 Berau, Bulungan

-598346 Kutai Barat, Kutai Timur

-598347 Kutai Kartanegara, Malinau

-598348 Nunukan, Paser

-598349 Penajam Paser Utara, Tana Tidung

-5984 Sulawesi

-59841 Gorontalo

-598411 Gorontalo

-598412 Boalemo

-598414 Bone Bolango

-598415 Pohuwato

-59842 Sulawesi Utara

-598421 Manado

-598422 Bitung

-598423 Tomohon

-598424 Kotamobagu

-598425 BolaangMongondow, Bolaang Mongondow Utara

-598426 Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud

-598427 Kepulauan Sitaro, Minahasa

-598428 Minahasa Selatan, Minahasa Utara

-598429 Minahasa Tenggara

-59843 Sulawesi Tengah

-598431 Palu

-598432 Banggai

-598433 Banggai Kepulauan

-598434 Buol, Donggala

-598435 Morowali

-598436 Parigi Moutong

-598437 Poso

-598438 Tojo Una-Una

-598439 Toli-Toli

-59844 Sulawesi Barat

-598441 Majene

-598442 Mamasa

-598443 Mamuju

-598444 Mamuju Utara

-598445 Polewali Mandar

-59845 Sulawesi Tenggara

-598451 Kendari

-598452 Bau-Bau

-598453 Bombana

-598454 Buton, Buton Utara

-598455 Kolaka, Kolaka Utara

-598456 Konawe

-598457 Konawe Selatan, Konawe Utara

-598458 Muna

-598459 Wakatobi

-59846 Sulawesi Selatan

-598461 Makassar

-598462 Palopo, Pare-Pare

-598463 Bantaeng, Barru, Bone

-598464 Bulukamba, Enrekang, Gowa

-598465 Jeneponto, Luwu, Luwu Timur

-598466 Luwu Utara, Maros, Pangkajene Kepulauan

-598467 Pinrang, Selayar, Sinjai

-598468 Sidenreng Rappang, Soppeng, Takalar

-598469 Tana Toraja , Wajo

-5985 Maluku

-59851 Maluku

-598511 Ambon

-598512 Tual

-598513 Buru

-598514 Kepulauan Aru

-598515 Maluku Tengah

-598516 Maluku Tenggara

-598517 Maluku Tenggara Barat

-598518 Seram Bagian Barat

-598519 Seram Bagian Timur

-59852 Maluku Utara

-598521 Ternate

-598522 Tidore

-598523 Halmahera Barat

-598524 Halmahera Selatan

-598525 Halmahera Tengah

-598526 Halmahera Timur

-598527 Halmahera Utara

-598528 Kepulauan Sula

-5986 Nusa Tenggara

-59861 Nusa Tenggaran Barat

-598611 Mataram

-598612 Bima

-598613 Dompu

-598614 Lombok Barat

-598615 Lombok Tengah

-598616 Lombok Timur

-598617 Sumbawa

-598618 Sumbawa Barat

-59862 Nusa Tenggara Timur

-598621 Kupang

-598622 Alor, Belu

-598623 Ende, Flores Timur

-598624 Lembata, Manggarai

-598625 Manggarai Barat, Manggarai Tmur

-598627 Nagekeo, Ngada, Rote Ndao, Sikka

-598628 Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timr

-598629 Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara

-5987 Bali

-59871 Denpasar

-59872 Badung

-59873 Bangli

-59874 Buleleng

-59875 Gianyar

-59876 Jembrana

-59877 Karangasem

-59878 Klungkung

-59879 Tabanan

-5988 Papua (Irian Jaya)

-59881 Papua Barat

-598811 Sorong

-598812 Sorong Selatan

-598813 Fak-fak

-598814 Kaimana

-598815 Manokwari

-598816 Raja Ampat

-598817 Teluk Bintuni

-598818 Teluk Wondama

-59882 Papua

-598821 Jayapura

-598822 Asmat, Biak Numfor, Boven Digoel

-598823 Dogiyai, Jayawijaya,Keerom

-598824 Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Mappi

-598825 Merauke, Mimika, Nabire, Nduga Tengah

-598826 Paniai, Pegunungan Bintang, Puncak, Puncak Jaya

-598827 Sarmi, Supiori, Tolikara

-598828 Waropen, Yahukimo

-598829 Yalimo, Yapen Waropen, Mamberamo Raya

-6 Africa
-7 Amerika Utara
-8 Amerika Selatan
-9 Bagian-bagian lain dunia dan dunia luar bumi kepulauan Samudera Pasifik

Wilayah-1 digunakan untuk pengobatan setiap subjek secara geografis tetapi tidak dibatasi oleh benua, negara, atau lokalitas. Hal ini memungkinkan elemen-elemen beragam yang memiliki ikatan alami kepada daerah atau kelompok (misalnya, dingin zona, zona beriklim sedang, bentuk tanah, atau jenis vegetasi) untuk dibawa bersama di bawah mata pelajaran tertentu. Wilayah -2 subdivisi oleh biografi, buku harian, kenang-kenangan, surat-menyurat, dan sebagainya, dari orang-orang yang terkait dengan subjek yang mengatakan bagan instruksi untuk menambahkan “daerah”, notasi langsung bukannya menambahkan “subdivisi standar” notasi -092 dari Tabel 1. Wilayah-3 menawarkan subdivisi khusus untuk negara-negara dan daerah-daerah kuno hingga jatuhnya Kekaisaran Romawi. Wilayah notasi -4 melalui -9 adalah untuk benua tertentu dan negara modern. Sebagai contoh, nomor daerah “-4 Eropa” memiliki ringkasan subtopics berikut:


-41 Kepulauan Inggris
-42 Inggris dan Wales
-43 Eropa Tengah Jerman
-44 Perancis dan Monako
-45 Italia Semenanjung dan pulau-pulau yang berdekatan Italia
-46 Semenanjung Iberia dan pulau-pulau yang berdekatan Spanyol
-47 Eropa Timur Rusia
-48 Skandinavia
-49 Bagian lain Eropa

Daerah notasi -41 dan -42 direvisi secara luas pada edisi abad kesembilan belas untuk mencerminkan menyeluruh British reorganisasi pemerintah daerah. Daerah konsep “Kepulauan Inggris,” “Kerajaan Inggris,” dan “Great Britain” adalah pada saat yang sama daerah dipindahkan dari -42 ke -41 daerah. Wilayah notasi -47 direvisi secara luas dalam dua puluh satu edisi dalam rangka untuk membuat organisasi yang lebih logis bagi negara-negara bekas Uni Soviet. Daerah notasi untuk beberapa daerah direvisi dan diperluas untuk kedua puluh edisi kedua, misalnya, -682-687 Republik Afrika Selatan, dan -74 Quebec.

Wilayah notasi dapat ditambahkan langsung ke nomor bagan di mana diinstruksikan. Sebagai contoh, sebuah risalah umum tentang pendidikan tinggi di Dundee, Skotlandia, adalah disusun menurur golongan dalam 378 di Klasifikasi Desimal Dewey. Bagan di 378.4-.9 memerintahkan “Tambahkan ke nomor 378 basis notasi 4-9 dari Tabel 2.” Dalam Tabel 2 orang menemukan “-412 7″ sebagai nomor “Dundee City” (di bawah-412 Northeastern Skotlandia). Oleh karena itu, jumlah ini diterapkan pada 378, memberikan 378,4127, seperti analisis berikut menunjukkan:

378 Pendidikan Tinggi

378.4 Eropa

378.41 Kepulauan Inggris

378.412 Skotlandia Timur Laut

378.4127 Kota Dundee

Di mana instruksi spesifik (seperti dalam 378.4-.9) tidak diberikan untuk pengobatan geografis di bagan, yang pengklasir dapat menerapkan standar Tabel 1 subdivisi “-09 Historical, perawatan orang geografis” pada setiap nomor yang cocok untuk pendekatan itu, kecuali petunjuk lokal mandat ganda atau triple-0 di tempat satu-0. Sebagai contoh, nomor DDC khusus untuk tabungan bank adalah 332.21. Mengklasifikasikan sebuah karya tentang bank tabungan di London, bagan tidak memberikan arah tertentu menggunakan Tabel 2, juga tidak memberikan arah untuk subdivisi tertentu. Jadi, subdivisi standar -09 dapat digunakan secara langsung. Dalam Tabel 1 catatan di bawah “-093-099 perlakuan spesifik oleh benua, negara, daerah; ekstra-terestrial dunia” kata untuk “Tambahkan ke nomor-09 dasar notasi 3-9 dari Tabel 2.” Jadi karya-karya pada bank tabungan di London diklasifikasikan dalam 332.2109421. Jumlah dapat dianalisa untuk menunjukkan:

332.21 Bank tabungan

332.2109 Subdivisi standar historis dan untuk prlakuan geografis

332.21094 Di Eropa

332.210942 Di Inggris dan Wales

332.2109421 Di Greater London

Meskipun contoh-contoh ini menghasilkan angka panjang, mereka cukup sederhana untuk membangun.


Tabel 3. Subdivisi dari Masing-Masing Kesusasteraan dan Seni

Tabel 3, “Pembagian administratif untuk Seni, untuk masing-masing kesusasteraan, untuk Litterary Formulir Khusus,” sebenarnya adalah tiga tabel: Tabel 3A, “Pembagian administratif untuk Karya oleh atau mengenai Individual Authors,” Tabel 3B, “Pembagian administratif untuk Karya oleh atau mengenai lebih dari Satu Penulis, “dan Tabel 3C,” Notasi untuk menjadi Ditambahkan mana yang diperintahkan dalam Tabel 3B, 700.4, 791.4, 808-809. ” Judul dari tabel ini adalah deskriptif macam penggunaannya. Mereka tidak pernah digunakan sendiri, tetapi digunakan mengikuti instruksi khusus. Nomor-nomor “-1-8 bentuk-bentuk khusus” dalam Tabel 3A dan 3B mengembangkan dan memperluas bentuk ringkasan angka-angka yang muncul dalam bagan lengkap di bawah 810.820.830.840, 850, dan 860. Mnemonic ini membentuk divisi untuk jenis sastra adalah:


-1 Puisi (e.g., 831 puisi Jerman)
-2 Drama (e.g., 839,12 Yiddish drama)
-3 Fiksi (e.g., 839,313 fiksi Belanda)
-4 Essays (e.g., Portugis 869,4 esai)
-5 Pidato (e.g., 891,865 pidato Ceko)
-6 Surat (e.g., cina 895,16 huruf)
-7 Humor dan sindiran (misalnya, Swahili 896,3927 humor & satire)
[-7 Tidak muncul dalam Tabel 3-A dan tidak digunakan untuk setiap penulis.]

-8 Miscellaneous tulisan-tulisan (misalnya, 899,2118 Tagalog (Filipina)

miscellaneous tulisan)

Flow chart untuk membangun nomor sastra dapat ditemukan pada Tabel 3 petunjuk di Manual volume 1 dari DDC22. Ini adalah bantuan besar dalam mengikuti instruksi jumlah besar ditemukan dalam literatur bagan dan dengan Tabel 3

.
Tabel 4. Subdivisi dari Masing-masing Bahasa

Tabel 4, “Pembagian administratif dari Masing-masing Bahasa dan Bahasa Keluarga,” digunakan dengan angka-angka dasar untuk setiap bahasa, seperti yang dijelaskan di bawah 420-490. Dalam cara yang sama dengan yang dari Tabel 3 ini memberikan bentuk mnemonic divisi untuk bahasa, misalnya:


-1
Sistem penulisan, fonologi, fonetik dari bentuk standar bahasa
(misalnya, 431 sistem Menulis dan fonologi Jerman standar)
-2 Etimologi dari bentuk standar bahasa
(misalnya, .439.12 Etimologi dari bentuk standar bahasa Yiddish)
-3 Kamus dari bentuk standar bahasa.
(misalnya, 439,313 Kamus dari bentuk standar Belanda)

Tabel 5. Ras, Bangsa, Kelompok Etnis

Tabel 5, “Ras, Bangsa, Kelompok Etnis”, yang digunakan sesuai dengan petunjuk khusus di tempat-tempat tertentu dalam bagan atau di tabel-tabel lain, atau melalui perantaraan dari “-089 [Sejarah dan keterangan sehubungan dengan] etnis dan kelompok nasional” dari Tabel 1. Aplikasi ini persis sejajar dengan penggunaan Tabel 2, yang digunakan baik pada petunjuk langsung dalam bagan atau penempatan dari “-09 Historical, geografis, perlakuan orang” dari Tabel 1. Ringkasan Tabel 5 yang meliputi:

-05 Orang keturunan campuran dengan asal-usul etnis dari lebih dari satu

benua
-09 Eropa dan orang-orang keturunan Eropa
-1 Amerika Utara
-2 Inggris, Inggris, Anglo-Saxon
-3 Bangsa Jermanik
- 4 Modern bangsa Latin
dll

Tabel 6. Bahasa-Bahasa

Tabel 6, “Bahasa-bahasa,” adalah tabel mnemonik dasar yang digunakan untuk menunjukkan bahasa tertentu dari suatu karya atau bahasa yang pokok kerja. Ini digunakan seperti yang diperintahkan dalam bagan atau tabel-tabel lain. Ringkasan meliputi:


-1 Bahasa Indo-Eropa
-2 Inggris dan inggris kuno (Anglo-Saxon)
-3 Bahasa Jermanik
- 4 Bahasa Romawi
dll

Sebagai ilustrasi, untuk mengklasifikasikan Alkitab dalam bahasa Prancis, satu akan mulai dengan entri diberikan dalam kedua indeks dan bagan, “Modern 220.5 versi dan terjemahan [Alkitab].” Untuk “220.53-59 Versi dalam bahasa lain [selain Bahasa Inggris]” Perintah dalam Bagan menyatakan, “Tambahkan ke 220.5 basis notasi angka 3-9 dari Tabel 6.” Notasi untuk Bahasa Perancis dalam Tabel 6 adalah - 41. Bilangan bulat yang dihasilkan untuk Alkitab Perancis modern dapat dianalisis sebagai berikut:


220 Alkitab
220.5 Versi modern dan terjemahan
220.54 Dalam bahasa-bahasa Romawi
220.541 Di Prancis modern


Penambahan dari Bagian Bagan Lain

Ada sejumlah tempat di bagan di mana pengklasir diperintahkan untuk menemukan sejumlah tempat lain di bagan dan menambahkan utuh ke nomor di tangan, seperti yang ditunjukkan oleh contoh berikut:


750 Lukisan dan lukisan
758 Subjek lain [selain yang terdaftar untuk 751 melalui 757]
758.9 Lain [selain dari yang tercantum untuk 758.1 melalui 758.7]
Tambahkan ke nomor 758.9 basis notasi 001-999, misalnya, lukisan

Subjek ilmiah 758.95, 758.99 peristiwa sejarah …


Jika salah satu lukisan ingin mengklasifikasikan bangunan perpustakaan, nomor untuk bangunan arsitektur perpustakaan 727.8, akan melekat pada 758.9, sehingga 758.97278.

Di banyak tempat lain yang pengklasir diperintahkan untuk mengambil bagian dari nomor lain dan menambah nomor dasar yang diberikan dalam instruksi. Contoh berikut menggambarkan instruksi semacam ini:


398.369 Hewan [sebagai subyek cerita rakyat]
Tambahkan pada nomor dasar 398.369 nomor berikut 59

di 592-599, misalnya, kelinci 398.369932


Pada 599.65 kita menemukan:

599 Mamalia (Mamalia)

.6 Ungulates

.65 Cervidae (Rusa)

Jadi, untuk karya-karya pada rusa sebagai subyek cerita rakyat, notasi menjadi 398.369965.

Lebih rumit dapat memberi petunjuk lebih dari satu petunjuk untuk pembentukan nomor kelas. Contoh:

616.94 Kanker

616.99411-.99415 Kanker organ kardiovaskular

Tambahkan pada nomor dasar 616.9941 nomor berikut 611.1 di 611.11-611.15, misalnya, kanker hati 616.99412; kemudian tambahkan sesuai instruksi lebih lanjut di bawah 618.1-618.8, misalnya, terapi untuk kanker hati 616.9941206

Pada 611.1 ditemukan:

.1 Organ kardiovaskular
.11 Pericardium
.12 Jantung, hati
.13 Buluh nadi

.14 Anat.: urat darah halus
.15 Kapiler (pembuluh rambut)

Pada 618.1-618.8 pada tabel adalah instruksi angka yang akan ditambahkan di mana. Dalam tabel ini kita menemukan:

01-03 Mikrobiologi, topik khusus, rehabilitasi,
04 Kelas khusus penyakit
05 Pencegahan dan operasi

052 Pencegahan Bedah

059 Operasi

06 Terapi
07 Patologi

Jadi sebuah karya tentang operasi kanker hati akan diberikan klasifikasi bernomor 616.99412059, yaitu, 616.9941 (angka dasar) yang diikuti oleh 2 (jantung) diikuti oleh 059 (untuk operasi). “Tambahan tabel-tabel” jenis ini ditemukan di banyak tempat di bagan dan harus digunakan hanya sebagai instruksi.

Ketika sebuah karya tunggal memperlakukan beberapa aspek dari suatu subjek, seperti umur, jenis kelamin, dan karakteristik fisik, yang pengklasir harus berhati-hati untuk mengamati preferensi rujukan dan ketertiban. Seperti disebutkan sebelumnya, rujukan agar memungkinkan sebuah nomor yang akan dibangun yang memperhitungkan dua atau lebih dari aspek. Instruksi yang diberikan dalam kasus-kasus seperti dengan urutan aspek-aspek yang dapat diwakili dalam jumlah. Jika instruksi sitasi agar tidak diberikan, maka orang harus memilih di antara aspek-aspek menurut instruksi untuk preferensi. Kadang-kadang ada yang diperintahkan untuk memilih aspek yang datang pertama (atau terakhir) dalam bagan, sementara di lain waktu mungkin ada tabel diberikan preferensi. Hal yang penting untuk diingat adalah untuk mengikuti instruksi. Lebih detail tentang banyaknya bangunan dapat ditemukan dalam Pengenalan DDC22 dan dalam Chan dan Mitchell ’s Klasifikasi Desimal Dewey: Prinsip dan Aplikasi5.

Indeks Relatif

The “relatif” index dinamakan demikian karena itu diklaim untuk menunjukkan hubungan dari masing-masing topik yang spesifik untuk satu atau lebih disiplin dan topik lainnya. Ini berisi istilah-istilah yang ditemukan dalam bagan dan tabel, dan sinonim untuk istilah-istilah tersebut, nama-nama negara mencoba, negara bagian, provinsi, kota-kota besar, dan fitur-fitur geografis yang penting, dan beberapa nama orang. Tidak memiliki konsep mengandung frase yang diwakili oleh subdivisi standar (misalnya, “Medical Pendidikan”). Banyak lihat juga referensi yang diberikan (misalnya, “Organisasi … lihat juga organisasi Agama”). Nama geografis entri biasanya merujuk pengguna ke daerah sesuai tabel [misalnya, " Macerata (Italy: Propinsi) T2-456 73"] ‘Beberapa referensi terjadi pada subdivisi standar dan tabel tambahan lainnya (misalnya, “Perbaikan … T1-028 8 “).

Yang enumerates indeks relatif DDC abjad semua judul utama dalam klasifikasi bagan, ditambah tertentu lainnya entri tertentu sebenarnya tidak tercantum dalam bagan. Salah satu contoh yang dibahas pada halaman 407-408.

Di tempat lain indeks terminologi bervariasi dari yang ditemukan dalam bagan untuk jumlah kelas yang sama, meskipun makna umum bersamaan. Sebagai contoh, bagan entri “612.792 Aku Kelenjar dan kelenjar sekresi … Termasuk keringat” adalah representasi umum dari indeks entri “Sebaceous kelenjar fisiologi manusia 612.792 1.”

Pengklasir tentu saja harus, konsultasikan dengan indeks, terutama dalam kasus-kasus di mana lokasi topik yang dikehendaki, atau sifat yang tepat hubungannya dengan topik lainnya, yang ragu-ragu. Namun indeks relatif seharusnya tidak pernah menjadi pengganti bagan. Hal ini dikoordinasikan dengan mereka, tetapi terbatas untuk alasan ruang dan tidak dapat menunjukkan hirarkhies topikal progresi atau pengelompokan. Dia akan membimbing pengklasir bagi sebagian orang, namun tidak harus semua, aspek dari suatu subjek. Selanjutnya langkah penting dalam proses klasifikasi adalah untuk berkonsultasi dengan bagan untuk verifikasi, perspektif, dan kemungkinan instruksi lebih lanjut. Hanya dengan menggunakan dua jenis bersama-sama dapat menampilkan potensi penuh dari bagan diwujudkan.


Klasifikasi Akhir dan Luas

Karena menawarkan beragam teknik dan hampir tak terbatas jumlahnya dalam pembentukan nomor kelas, DDC yang ramah kepada semua perpustakaan besar bisa menambahkan dalam setiap subjek. Ini juga menawarkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan terbatas perpustakaan kecil. Pengklasir harus ingat bahwa, secara umum, bila ada beberapa karya yang relatif dalam suatu wilayah subyek, DDC mendorong klasifikasi luas. Digit di kelas notasi setelah titik desimal dapat memotong di mana pun tempat yang layak. Dulu, LC menyediakan dua segmentasi tanda untuk menunjukkan di mana versi singkat dari nomor akan berakhir dan / atau untuk menunjukkan awal subdivisi standar. Efektif September 1,2005, hanya satu tanda segmentasi diberikan dalam sejumlah untuk menunjukkan akhir sebuah nomor ringkasan. Segmen yang ditunjukkan oleh tanda garis miring. Contoh dari praktek mantan 940.53/18/092, yang merupakan singkatan dari “Perang Dunia II-Holocaust-Biografi.” Sebuah perpustakaan kecil dengan koleksi bahan terbatas pada Perang Dunia II mungkin lebih suka untuk membuat mereka semua bersama di bawah 940,53. Jika perpustakaan memiliki beberapa lusin item pada perang, itu mungkin tetap yang di Holocaust bersama-sama dengan menggunakan 940,5318. Jika mengelola koleksi sumber daya yang terpisah untuk digunakan oleh para peneliti, itu bisa menambah subdivisi standar “-092″ untuk membedakan biografi. Ini sekarang nomor akan diberikan hanya satu segmentasi tanda, di mana nomor singkat akan berakhir: 940.53/18092. Ketika perpustakaan memutuskan untuk mempertahankan seluruh nomor dekat mencapai klasifikasi pada titik-titik tertentu dalam koleksi, itu menghilangkan tanda garis miring, yang digunakan dalam catatan LC hanya untuk menyarankan break-points.6

Dalam catatan katalog yang dibuat oleh anggota-anggota lain dari jaringan, maka angka klasifikasi DDC tidak memiliki tanda garis miring. Jika nomor yang lebih singkat diinginkan, seseorang harus memerika ke bagan untuk menemukan break-titik yang tepat. Sebagai contoh, dalam Holocaust Perang Dunia II nomor diatas, memecahkan angka di tempat 940.531 item dengan karya-karya lain sosial, politik, dan sejarah ekonomi perang-bukan pilihan yang sangat logis. 940.5318 melanggar itu di tempat-tempat itu dengan item pada Holocaust, tidak membagi lagi oleh subdivisi standar-cukup logis. Pengklasir perlu untuk memeriksa bagan dan tidak hanya memotong angka pada jumlah yang sewenang-wenang digit melewati titik desimal, yang dapat mengakibatkan penempatan yang tidak logis.

Pembaharuan (Updating)

DDC edisi baru telah diterbitkan setiap beberapa tahun. Antara edisi, memperbarui dicapai melalui publikasi yang baru dan mengubah entri pada website Dewey pertama setiap month.7 ini berisi koreksi kesalahan, klarifikasi, memperbarui, dan ekspansi. Juga tersedia di halaman rumah Dewey jenis lain memperbarui perangkat seperti “Tips,” “LCSH / DDC pemetaan,” dan “Empat Bulanan WebDewey perangkat tambahannya.” Kebijakan untuk “revisi terus-menerus” telah diadopsi oleh OCLC, yang berarti bahwa revisi dilepaskan antara edisi, dan edisi baru muncul sebagai cumulations.


Edisi Perbaikan

Ringkasan pertama Klasifikasi Desimal Relativ Index for Libraries, Kliping, Catatan, dan sebagainya, muncul pada 1894, tahun di mana edisi kelima bagan lengkap diterbitkan. 14 edisi abridged didasarkan pada DDC22 dan diterbitkan pada tahun 2004. Seperti pendahulunya, hal ini dirancang terutama untuk koleksi umum 20.000 judul atau kurang, seperti yang ditemukan di masyarakat kecil dan perpustakaan sekolah. Ini berisi banyak entri lebih sedikit daripada edisi lengkap dan tabel, bagan, indeks, dan manual semuanya tampil dalam satu volume. Angka-angka yang digunakan adalah kompatibel dengan tumbuh DDC22 perpustakaan sehingga dapat memperluas dari ringkasan ke edisi lengkap sebagai koleksi mereka meningkat.


WEB Dewey

WebDewey menawarkan pencarian online dan browsing akses ke Klasif ikasi Desimal Dewey. Selain itu, peta DDC untuk Library of Congres Subject Headings (LCSH) dan jaringan dari LCSH dipetakan yang sesuai otoritas LCSH catatan. Dalam kasus Ringkas WebDewey, pemetaan adalah Kecamatan Sears Subject Headings. Perihal Tajuk Subjek Kedokteran dipilih juga dipetakan ke nomor DDC. WebDewey menawarkan wilayah kerja di mana dapat membangun cataloger nomor selama proses membaca petunjuk membangun nomor. Catatan lokal juga dapat menambahkan yang akan ditampilkan dalam konteks sehingga praktek klasifikasi lokal tersedia yang tepat. Web Kwek dan WebDewey Ringkas tersedia sebagai add-on pelayanan kepada OCLC Connexion, OCLC’s katalogisasi layanan.

Hal ini dianggap sulit oleh beberapa orang untuk belajar DDC dimulai dengan WebDewey dari teks cetak, karena orang tidak dapat mendapatkan pengertian dari “gambaran besar” hanya pada satu layar versus bisa melihat dua atau lebih halaman teks di sekali. Namun, bagi pengguna yang berpengalaman, WebDewey dapat menawarkan alat canggih layar yang ditemukan akan sangat diinginkan. Sebagai contoh, pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan satu atau multi indeks dan dengan menggunakan operator Boolean, kedekatan pencarian, kanan dan kiri memotong, dan karakter menutupi. Ada dibrowse Key Word in Context (KWIC) indeks dari Indeks Relatif dan LCSH dan dibrowse DDC berurutan nomor indeks. Klasifikasi dan nomor meja diperlihatkan dengan menampilkan hirarki yang menunjukkan posisi dalam hubungannya dengan kelas yang lebih luas dan sempit. Ekstensif menggunakan hyperlink memberikan akses cepat ke catatan terkait dan untuk entri dalam Manual yang dikutip dalam catatan nomor-nomor tertentu. Top-down navigasi melalui DDC adalah mungkin dimulai dengan tampilan dari sepuluh kelas utama.

Sebuah tutorial membantu dalam memperkenalkan pengguna baru ke pendekatan yang terbaik untuk menggunakan instruksi WebDewey.9 Selain tersedia untuk mendapatkan akses ke kedua web Kwek dan Ringkas WebDewey.lO

Kesukaran-kesukaran:
Nomor Panjang dan Topik Relokasi

Di antara kesulitan yang dibangun ke dalam sistem DDC angka yang panjang, yang bisa meningkatkan bukannya berkurang karena sistem tumbuh, meniadakan beberapa karakter mnemonic sistem dasar. Sebagai contoh, jumlah 636.08969897, yang dikutip pada halaman 407 sebagai berasal dari indeks relatif entri untuk cedera dokter hewan kedokteran, adalah begitu lama bahwa setiap mnemonic asosiasi antara itu dan jumlah 616.9897 (dari yang dibangun) adalah dikaburkan. Pustakawan yang ingin kembali pertahankan angka panjang ini karena kepemilikan luas dalam satu atau lebih field harus menulis mereka pada barang yang akan disimpan dalam beberapa baris. Nomor di atas dapat ditulis sepuluh dalam segmen singkat sebagai berikut:


636

.089

698

97

Terkait dengan nomor panjang kesulitan adalah topikal relokasi yang terjadi dari satu edisi yang lain. Operasi seperti dipaksakan sistem oleh basis notasi yang terbatas dan pertumbuhan yang cepat dan perubahan dalam dunia pengetahuan dan publikasi. Sebuah artikel oleh Pat Thomas ditulis tidak lama setelah penerbitan DDC20 memberikan petunjuk tentang menyesuaikan diri dengan DDC’s perluasan, pengurangan, relokasi, dan re ¬ vised bagan. II Sementara buru-buru besar, terutama di perpustakaan akademis, untuk mengubah dari DDC ke LCC tampaknya telah menjalankan tugasnya, tidak ada perpustakaan mampu untuk mengabaikan semua usaha-usaha untuk menyimpan pengaturan rak kontemporer dengan perubahan dalam pengetahuan sebagai flected ¬ ulang pertama di literatur dan kemudian di update DDC.

Keputusan tentang DDC memperbarui dibuat oleh seorang editor-in-chief dan asisten editor dalam konsultasi dengan Komite Kebijakan Editorial DDC / Editorial Policy Committee (EPC). The DDC EPC, sepuluh anggota dewan internasional, mewakili kepentingan pustakawan di berbagai jenis perpustakaan dan menyarankan DDC editor dan OCLC mengenai pembangunan berkelanjutan DDC.

Universal Decimal Classification (UDC)

UDC dimulai pada tahun 1895 oleh dua pengacara Belgia, Paul Otlet dan Henri Lafontaine, untuk klasifikasi katalog yang besar di dunia sastra dalam semua bidang pengetahuan. Otlet menulis pada 1897 bahwa “perbendaharaan ini akan terdiri dari ¬ inven Tory dari semua yang telah ditulis pada setiap saat dalam semua bahasa, dan pada semua mata pelajaran. Semacam otak buatan … berurusan dengan segalanya.” 12 Otlet dan Lafontaine memimpikan perdamaian universal yang datang melalui bantuan hiper-dokumentasi. Meskipun mereka tidak melihat perdamaian dunia baik atau penyelesaian inventarisasi pengetahuan, impian mereka dari perbendaharaan dunia pengetahuan mungkin akan datang untuk meneruskan World Wide Web.

UDC ini didasarkan pada DDC (kemudian dalam edisi kelima) tetapi, dengan izin Dewey, diperluas dengan penambahan subdivisi banyak yang lebih rinci dan penggunaan tanda-tanda ketik untuk menunjukkan mata pelajaran yang kompleks dan apa yang kita ketahui hari ini sebagai faset. DDC’s desimal notasi dipertahankan (kecuali untuk akhir nol), tapi untuk angka panjang desimal ditempatkan setelah setiap tiga digit, misalnya 546.791.027 * 238 (nomor untuk elemen, dengan * 238 sebagai nomor atom uranium). 10 kelas utama serta beberapa subdivisi masih sama dalam UDC sebagaimana dalam DDC, tetapi kelas 4 (yaitu, DDC 400) telah digabung dengan kelas 8 dan saat ini kosong. Banyak besar dan hampir semua subdivisi kecil sekarang sangat berbeda dengan yang ada di DDE. Perbedaan utama terletak Namun, dalam struktur sintetis Ude. Sebuah karya berurusan dengan dua atau lebih mata kuliah dapat digolongkan oleh dua atau lebih kelas UDC notasi, dihubungkan oleh sebuah tanda titik dua (yang paling umum digunakan dari simbol-simbol tipografi), seperti dalam contoh berikut:


362.1: 658.3: 681.31 Hospital: Personil manajemen: Komputer

untuk sebuah karya tentang penggunaan komputer dalam pengelolaan personil rumah sakit. Seperti notasi kelas Namun, bukan “nomor panggilan”, tetapi dimaksudkan untuk login ¬ diklasifikasikan cata di mana masing-masing dari kelas tiga notasi dapat berfungsi sebagai jalur akses, sedangkan dua lainnya diperlihatkan dengan rotasi, misalnya,


658.3: 681.31: 362.1

681.31: 362.1: 658.3


Jika UDC akan digunakan untuk klasifikasi rak, salah satu dari tiga kelas notasi dapat dipilih sebagai nomor panggilan untuk sebuah karya tentang subjek yang rumit ini.

UDC’s segi struktur berakar pada perangkat DDC untuk indikasi tempat, yakni, pemasukan dari -09 diikuti oleh notasi kelas untuk sebuah negara atau wilayah misalnya, -0.973 bagi Amerika Serikat. UDC menggunakan banyak dari tempat yang sama notasi seperti DDC tetapi encloses mereka dalam tanda kurung. Sebagai contoh, “budidaya tanaman di AS” adalah DDC tetapi 631,50973 di 631,5 (73) di UDC (perhatikan bahwa notasi kelas utama adalah sama pada kedua). Selain tempat UDC facet juga memiliki simbol dan notasi khusus untuk bahasa suatu pekerjaan, bentuk fisik, negara dan bangsa, periode waktu, materi, orang-orang, sudut pandang tertentu, dan berulang subdivisi dalam kelas-kelas tertentu, yang semuanya dapat ditambahkan ke notasi dasar baik sendiri atau dalam kombinasi, seperti dalam contoh berikut:

631.5 Budidaya tanaman yang ditulis dalam bahasa Rusia Istilah

631.5 (038) Catatan 423
631.5 “17″ Abad ke-18

631.5 (= 97)(85) -Oleh American Indian di Peru

Karena sangat ini segi struktur dan ekspresif sebagian besar notasi UDC telah digunakan dengan sukses di komputer pencarian informasi. 13

Bagan UDC diterbitkan pertama kali 1904-1907 dalam bahasa Prancis, diikuti kemudian oleh edisi lengkap dalam bahasa Inggris. UDC sejak diterbitkan secara keseluruhan atau sebagian dalam 23 bahasa. Ia digunakan secara meluas di banyak negara di mana bahasa Inggris adalah utama atau co-bahasa resmi (misalnya Kepulauan Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru, India) dan di negara-negara yang menggunakan bahasa lain (misalnya, Jerman, Jepang, Rusia, Span ¬ negara-negara berbahasa ish). 14

UDC hingga tahun 1992 dikelola oleh Federation International Documentation (FID) di Den Haag (Belanda). Ketika menjadi jelas pada 1980-an bahwa sebuah organisasi yang berbasis lebih luas diperlukan untuk mengelola UDC, FID dan terbitan dari Belanda, Inggris, Perancis, Jepang, dan Spanyol edisi digabungkan untuk mendirikan sebuah badan baru, yang UDC Consortium (UDCC ). Sebuah tindakan dini dari UDCC adalah untuk menciptakan database internasional yang akan menjadi file induk. Database, yang disebut Master Reference File (MRF), sekarang mengandung lebih dari 66.000 entri, diadakan di Royal Perpustakaan di Den Haag dan akan diperbarui setahun sekali. Editor-in-chief dan dewan redaksi keanggotaan internasional mengawasi terus-menerus revisi dan expansion.15.

Sejak tahun 1992, UDCC telah mempertahankan bagan dengan meninjau isi dan memulai revisi dan ekstensi. Hasilnya dipublikasikan dalam Extensions dan Corrections ke UDC.16 Dua volume, mudah digunakan UDC edisi dipublikasikan dalam sebuah “lengkap” edisi oleh British Standards Institution di 2005,17 Hal ini berasal dari MRF. Suplemen yang dikeluarkan setiap tahun, masing-masing diakumulasi semua yang sebelumnya sehingga orang hanya melihat di dua tempat untuk notasi terbaru. Dalam edisi perbaikan, berisi sekitar 4.100 entri, diterbitkan pada 2003,18 “UDC Online” adalah versi elektronik dari UDC edisi lengkap dan tersedia dengan cara berlangganan. Fitur-fiturnya mirip dengan fitur WebDewey.19

Di Amerika Serikat UDC digunakan terutama di beberapa lembaga ilmiah dan perpustakaan dan oleh satu abstracting database.20 Lebih rinci deskripsi dari UDC, perkembangannya, dan aplikasinya dapat ditemukan dalam sejumlah publications.21

CATATAN

1. Melvil Dewey, Dewey Decimal Classification and Relative Index, Edition 22, edited by Joan S. Mitchell, et al. (Dublin, OH: OCLC, 2003); Abridged Dewey Decimal Classification and Relative Index, Edition 14, edited by Joan S. Mitchell, et al. (Dublin, OH: OCLC, 2004). DDC, Dewey, Dewey Decimal Classification, and Web Dewey are registered trademarks of OCLe.

2. A very short summary ofMelvil Dewey’s life written by Wayne A. Wiegand is available: http://www.oclc.org/dewey/resources/biography (accessed 2/20/2006). A longer biography is also available: Wiegand, Wayne A. Irrepressible Reformer: A Biography of Melvil DelVey. Chicago: American Library Association, 1996.

3. Lois Mai Chan and Joan S. Mitchell, Dewey Decimal Classification: Principles and Ap¬plication, 3rd ed. (Dublin, Ohio: OCLC, 2003).

4. Mona L. Scott, Dewey Decimal Classification, 22nd Edition: A Study Manual and Num¬ber Building Guide (Westport, Conn.: Libraries Unlimited, 2005).

5. Chan and Mitchell, Dewey Decimal Classification.

6. “Segmentation Marks in Dewey Numbers:’ available: http://www.oclc.org/dewey/news/ newsletter/ddcnewUfla2005.pdf (accessed 2/20/2006).

7. “Dewey Services: Updates: New and changed entries:’ available: http://www.oclc.org/ dewey/updates/new/default.htm (accessed 2/19/2006).

8. “Dewey Services: Updates,” available: http://www.oclc.org/dewey/updates/default.htm (accessed 2/14/2006)

9. “Using OCLC WebDewey: An OCLC Tuturial,” available: http://www.oclc.org/dewey/ resources/tutoriaV (accessed 2/20/2006).

10. “Dewey Services: Latest versions: WebDewey:’ available: http://www.oclc.org/dewey/ versions/webdewey/default.htm (accessed 2/14/2006); “Dewey Services: Latest Versions:

Abridged WebDewey,” available: http://www.oclc.org/dewey/versions/abridgedwebdewey/ default.htm (accessed 2/14/2006).

II. Pat Thomas, “Implementing DDC20:’ DC& 5, no. I (March 1990): 7-8.

12. Quotation of Paul Otlet’s writing from W. Boyd Rayward’ s The Universe of Information (Moscow: FID, 1975) as cited in “UDC Announcements:’ available: http://www.udcc.org/ announcement.htm (accessed 2/20/2006).

13. “About Universal Decimal Classification and the UDC Consortium:’ available: http://www.udcc.org/about.htm (accessed 2/14/2006).

14. Ibid.

IS. Ibid.

16. Extensions and Corrections to the UDC (The Hague: FlD, 1951- ). Annual.

17. British Standards Institution, Universal Decimal Classification, Complete Edition

(London: BSI, 2005).

18. British Standards Institution, Universal Decimal Classification, 2nd ed., abridged (Lon¬don: BS1, 2003).

19. “UDC Online:’ available: http://www.udcc.org/udconline.htm (accessed 2/14/2006).

20. Meteorological and Geoastrophysical Abstracts (Boston: American Meteorological So¬ciety, 1950-).

21. I. C. McIlwaine, The Universal Decimal Classification: A Guide to Its Use (The Hague:

UDC Consortium, 2000); W. Boyd Rayward, “The UDC and FID: A Historical Perspective,” Library Quarterly 37 (July 1967): 259-278; A. C. Foskett, “The Universal Decimal Classifi¬cation,” in The Subject Approach to Information, 5th ed. (London: Library Association Pub¬lishing, 1996), pp. 281-294.

Library of Congress Classification (LCC)

Songsong Tahun Baru Hijriyah 1433

December 15th, 2011

Bagi Takmir Masjid Ulil Albab (MUA) Kampus UII, momentum Tahun Baru 1433 Hijriah dioptimalkan untuk lebih mempererat tali persaudaraan. Tali persaudaraan ini diikat dalam ukhwah Islamiyah (persatuan Islam) tanpa mengenal usia mulai dari anak – anak hingga usia senja. Khusus bagi usia belia, Takmir MUA UII menyelenggarakan Tabligh Akbar Muharram ‘Temu Anak Sholih se-Jogja’ bersama Ust. Hardiman, S.Ag, yang dikenal dengan panggilan ‘Kak Batman’.   Read the rest of this entry »

Hello world!

December 15th, 2011

Welcome to Staff UII Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!